Dark/Light Mode

Buka Musda Hanura Bali

OSO Instruksikan Kader Bekerja Bangun Daerah

Selasa, 12 Agustus 2025 08:15 WIB
Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta, memukul gong sebagai simbol pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IV Hanura Bali, di Kabupaten Badung, Senin (11/8/2025). (Foto: Dok. Hanura)
Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta, memukul gong sebagai simbol pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IV Hanura Bali, di Kabupaten Badung, Senin (11/8/2025). (Foto: Dok. Hanura)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Oesman Sapta menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Hanura Provinsi Bali. Dia menginstruksikan seluruh kader Hanura Bali bersinergi dengan Pemerintah, serta berperan aktif dalam membangun dan memajukan daerah.

“Biasanya, Musda dibuka oleh Ketua Pelaksana Tugas (Plt) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura, tapi khusus untuk Bali, saya memutuskan membuka dan datang sendiri,” ujar OSO, sapaan Oesman Sapta, dalam pidatonya di The Trans Resort, Kabupaten Badung, Bali, Senin (11/8/2025).

OSO menilai, Bali memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain. Menurut dia, semangat toleransi dan keberagaman di Bali telah marasuk ke berbagai sendi kehidupan, hingga melahirkan harmonisasi hubungan antar partai politik.

“Bali dapat menjadi contoh dalam penghayatan adat istiadat. Di sini masyarakatnya hidup damai dan rukun, serta menerima dan menghargai perbedaan. Bahkan, hubungan partai politiknya juga harmonis,” tutur Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2017-2019 itu.

Baca juga : Masih Mahal Di 191 Daerah, Harga Beras Dipantau Istana

Lebih lanjut, OSO meminta, seluruh kader Hanura Bali bersinergi dengan Pemerintah dalam membangun dan memajukan daerah. Sebab, tegas dia, Hanura berkomitmen dan berjuang untuk memajukan seluruh daerah di Indonesia.

“Partai Hanura adalah anak kandung rakyat. Filosofinya sederhana, berpihak pada daerah. Daerah makmur, Indonesia makmur,” cetus mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Namun, OSO mengingatkan, keberpihakan kepada daerah bukan berarti menjadikan faham kedaerahan atau daerahisme sebagai tujuan. “Contohnya ada di Bali. Bali menerima semua orang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, dan orang-orang Bali juga diterima di daerah lain,” jelasnya.

Selain jajaran pengurus DPP dan DPD Hanura, pembukaan Musda Hanura Bali, dihadiri langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah bupati, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta pimpinan partai-partai politik se-Provinsi Bali.

Baca juga : Rosan Terbang Ke Makkah, Kampung Haji Bukan Lagi Mimpi

Dalam pidatonya, Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan terima kasih kepada Partai Hanura. Dia mengungkapkan, Hanura selalu menemani perjuangannya, hingga dua kali memenangkan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Bali.

“Saya berterimakasih atas dukungan dan persahabatan dengan Partai Hanura selama ini. Sejak calon gubernur, hingga menjadi gubernur dua periode. Kader-kader Hanura juga memberi kontribusi dalam pembangunan di Bali,” ujarnya.

Koster meyakini, pelaksanaan Musda IV Hanura Bali berjalan tertib dan lancara. Pasalnya, gelaran Musda tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta.

“Ini ketua umum-nya hadir, dan membuka secara langsung. Pasti nggak ada yang berani aneh-aneh,” kelakar Koster disambut tawa dan tepuk-tangan ratusan kader Hanura.

Baca juga : Palestina Merdeka Semakin Menggema

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan itu berharap, hubungan baik dan kontribusi Hanura terhadap Provinsi Bali semakin besar di masa mendatang. “Kita akan berjalan bersama, agar demokrasi dan politik di Bali lebih baik. Semoga kontribusi Hanura di eksekutif dan legislatif semakin meningkat, dan mewarnai pembangunan Bali ke depan,” cetusnya.

Koster juga memanfaatkan momentum itu untuk mengungkapkan keluh kesahnya dalam membangun Bali. Dia menyatakan, kontribusi Bali yang besar dari sektor pariwisata, tidak berbanding lurus dengan perhatian dari Pemerintah.

“Kami minta perhatian khusus untuk pembangunan infrastruktur, transportasi, dan pengelolaan sampah. Kami menuntut itu saja. Bali membutuhkan perhatian khusus, bukan otonomi khusus,” tandasnya. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.