RM.id Rakyat Merdeka - Kader PDI Perjuangan di Provinsi Jawa Timur (Jatim) menginginkan Said Abdullah kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jatim, untuk periode mendatang. Said berpotensi mendapat dukungan suara bulat dari para pemilik suara pada Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Jatim.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno menyatakan, Konferda PDI Perjuangan Jatim akan berlangsung pada September 2025. Menurutnya, setiap lini kepengurusan akan mengusulkan kandidat bakal calon Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030, secara berjenjang.
“Usulan disampaikan secara berjenjang dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau pengurus tingkat kecamatan, hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau pengurus di tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur,” ujar Untari saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (27/8/2025).
Baca juga : Gelar Pertemuan Di NasDem Tower, NasDem Dan PKS Fokus Membantu Pemerintah
Masing-masing PAC di Jatim, jelas dia, akan diminta menyodorkan dua nama untuk disetor kepada DPC. Selanjutnya, DPC merangkum dan menyodorkan tiga nama ke DPD, kemudian menyetorkan nama-nama tersebut kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Nanti DPP akan melakukan fit and proper test dan psikotes online kepada semua calon-calon yang terekrut,” imbuhnya.
Untari mengungkapkan, pihaknya belum menerima usulan nama yang masuk. saat ini, nama kandidat tengah digodok di internal PAC dan akan berproses DPC hingga beberapa hari ke depan.
Baca juga : Siapkan Anggaran Rp 1,5 Triliun, Pemerintah Siap Borong 100 Ribu Ton Gula Petani
Namun, dia tak memungkiri tentang banyaknya aspirasi dari para kader PDI Perjuangan di Jatim, yang masih menginginkan Said Abdullah kembali memimpin, untuk periode mendatang.
“Aspirasinya sangat kuat sekali kepada beliau. Bahkan, seluruh Jawa Timur bulat menginginkan beliau kembali memimpin,” ungkap Untari.
Sebagai informasi, Said merupakan politisi senior di PDI Perjuangan dan menjabat sebagai Ketua DPD Jatim sejak tahun 2023. Namun, beberapa hari lalu dia mengajukan pengunduran diri, lantaran menjadi Ketua DPP Bidang Sumber Daya.
Baca juga : Kasus Mantan Wamenaker, KPK Buru Pembawa Mobil Land Cruiser, Mercy & BAIC
Politisi asal Sumenep (Madura) itu mengundurkan diri lantaran adanya aturan baru dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai hasil Kongres VI di Nusa Dua, Bali, dan Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.