Dark/Light Mode

Siapkan Anggaran Rp 1,5 Triliun, Pemerintah Siap Borong 100 Ribu Ton Gula Petani

Kamis, 28 Agustus 2025 06:30 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator (Ke­menko) Bidang Pangan Widyastuti. (Foto: Instagram/duppkemenkopangan)
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator (Ke­menko) Bidang Pangan Widyastuti. (Foto: Instagram/duppkemenkopangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berencana menyerap 100 ribu ton gula produksi petani yang saat ini menumpuk di gudang. Untuk mendukung langkah ini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan anggaran Rp 1,5 triliun.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator (Ke­menko) Bidang Pangan Widyastuti mengatakan, Pemerintah telah menandatangani proses pembelian gula tersebut melalui Holding Ba­dan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food).

“Kami yang kawal dari government terakhir hari Jumat tanggal 22 Agustus. Ada beberapa kesepakatan yang sudah menjadi suatu proses dan ini tadi sudah disepakati dan ditandatangani,” kata Widyastuti di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Baca juga : Kasus Mantan Wamenaker, KPK Buru Pembawa Mobil Land Cruiser, Mercy & BAIC

Menurutnya, proses pembe­lian membutuhkan waktu sekitar 7–10 hari sebelum terealisasi.

Dalam periode tersebut, Pe­merintah akan terus memantau agar stok gula petani benar-benar terserap.

“Tapi kami juga minta, baik dari APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) atau dari pemilik gudang agar meng-update dan menginformasi­kan realisasi tersebut,” jelas Widyastuti.

Baca juga : Bank Kini Bisa Sodorin Kredit Lebih Kompetitif

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTRI Soemitro Samadikoen mengaku, sudah mendapat informasi terkait rencana penyerapan tersebut.

“Barangkali kemarin masih ada yang menanyakan gula saya belum dibeli. Mungkin dana ini belum diterima oleh petani karena harus melalui proses ini,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Per­tanian (Mentan) Amran Sulai­man mengatakan, penyediaan dana Rp 1,5 triliun oleh BPI Danantara merupakan respons terhadap keluhan petani tebu. Pasalnya, gula petani sulit terserap akibat impor berlebih dan maraknya produk etanol dari luar negeri.

Baca juga : Penerapan Ganjil Genap Bukan Solusi Yang Tepat

“Kami sudah bahas dengan Danantara. Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani) menyediakan dana untuk membeli gula petani,” ujar Amran, Kamis (21/8/2025).

Amran mengatakan, Pemerintah telah menunjuk ID Food untuk menyerap hasil gula terse­but. “Doakan secepatnya,” tutur Amran. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.