Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Geledah Rumah Dinas Mantan Wamenaker, KPK Temukan 4 HP Di Plafon Rumah
Rabu, 27 Agustus 2025 08:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KPK bergerak mencari barang bukti tambahan dalam perkara dugaan pemerasan yang dilakukan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Salah satu lokasi yang disasar adalah bekas rumah dinas Noel, di Jalan Pancoran Indah V, Jakarta Selatan. Dari sana, KPK menemukan 4 unit handphone (HP) di plafon atau langit-langit rumah.
Penyidik KPK mendatangi bekas rumah dinas Noel, Selasa (22/8/2025) siang. Sejumlah mobil penyidik tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Mobil-mobil tersebut diparkir di depan pagar rumah dinas berwarna hitam itu.
Petugas dengan rompi bertuliskan KPK turun membawa koper. Tim penyidik kemudian masuk ke dalam rumah ditemani aparat kepolisian. Semua sudut ruangan dalam rumah digeledah. Mulai dari kamar, ruangan-ruangan dalam rumah, hingga laci-laci lemari kayu. Plafon juga tak luput dari perhatian.
"Penyidik menemukan empat handphone di plafon rumah yang bersangkutan," terang Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Budi belum mengetahui motif Noel menyimpan HP di plafon. Kata dia, hal itu akan ditanyakan penyidik kepada Noel. Termasuk menggali lebih jauh informasi apa yang tersimpan dari barang bukti elektronik (BBE) tersebut.
Baca juga : Diringkus Kejagung-KPK-Polri, Koruptor Diberantas
"Nanti akan kita buka, kita akan melihat informasi-informasi dalam BBE. Tentu akan menjadi petunjuk, akan menjadi barang bukti bagi penyidik untuk mengungkap perkara ini," ujarnya.
Selain empat HP, penyidik juga menyita satu unit mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi 2364 UYQ dari penggeledahan tersebut. Budi mengungkapkan, mobil tersebut disita lantaran KPK sudah mempunyai informasi awal bahwa kendaraan ini diduga terkait atau merupakan hasil dari tindak pidana korupsi.
"Nanti secara rinci terkait dengan asal-usul kendaraan yang diamankan pada penggeledahan akan kami informasikan,” janji Budi.
Untuk barang bukti kendaraan, penyidik KPK sedikit kecolongan. KPK mendapatkan informasi ada tiga mobil yang dipindahkan dari rumah dinas itu, ke tempat lain beberapa saat setelah Noel ditangkap.
“Yaitu Land Cruiser, Mercy, dan BAIC yang dipindahkan dari rumah dinas Wamen, pasca-kegiatan tangkap tangan,” terang Budi.
Baca juga : Israel Bom RS Gaza, 20 Orang Tewas, Trump Ikut Jewer Netanyahu
Saat ini, penyidik KPK masih menelusuri keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut. Kepada pihak-pihak yang mengetahui keberadaan mobil tersebut, Budi mengingatkan, harus segera melapor ke KPK. Jika tidak, ada ancaman pasal perintangan penyidikan.
“Kepada pihak-pihak yang memindahkan, KPK mengimbau agar kooperatif dan segera menyerahkan kendaraan tersebut untuk diperiksa dan diteliti oleh penyidik,” tegasnya.
Temuan empat HP dan satu unit mobil Alphard menambah daftar barang sitaan dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menjerat Noel dan sepuluh tersangka lainnya. Sebelumnya, penyidik menyita 22 kendaraan dari rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan penggeledahan di berbagai lokasi, termasuk mobil dan sepeda motor mewah.
Dalam konstruksi perkara yang diumumkan KPK, praktik pungutan ini diduga berlangsung sejak 2019 hingga 2025, dengan total nilai sekitar Rp 81 miliar. Noel disebut menerima Rp 3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler.
Sejauh ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi dari unsur pejabat Kemnaker, pihak swasta, hingga staf Noel. Lembaga antirasuah itu tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka baru jika ditemukan bukti yang cukup.
Baca juga : Anggaran Infrastruktur Mengecil
Dalam perkara ini, para tersangka melakukan penggelembungan tarif pengurusan Sertifikat K3 dari yang seharusnya Rp 275.000 menjadi Rp 6 juta. Jika permintaan tidak dipenuhi pihak perusahaan, Sertifikat K3 bakal sulit dimiliki.
Tak lama setelah menyandang status tersangka, Noel langsung dipecat oleh Presiden Prabowo Subianto. Untuk penggantinya, Prabowo memastikan sudah disiapkan.
"Sudah diurus semuanya itu," kata Prabowo, setelah meresmikan RSPON Mahar Mardjono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025).
Prabowo tidak membeberkan siapa sosok pengganti Noel di kursi Wamenaker. Kepala Negara hanya memastikan, kursi kosong itu bakal segera terisi. "Ada nanti tenang saja," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya