RM.id Rakyat Merdeka - Dalam setiap negara demokrasi, hak memilih adalah simbol kedaulatan rakyat. Namun, bagi Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) hak itu tidak cukup hanya disebut “hak”, melainkan juga tanggung jawab moral dan kewajiban kebangsaan. Sebab, kedaulatan tidak akan pernah hidup bila rakyat apatis terhadap nasib bangsanya sendiri.
"BSNPG memandang bahwa perubahan dari hak pilih menjadi wajib pilih bukanlah pembatasan kebebasan, melainkan penguatan peran rakyat dalam menentukan arah bangsa," kata Kepala Badan Saksi Nasional Partai Golkar atau BSNPG, Syahmud Ngabalin, Jumat (31/10/2025).
Baca juga : Menperin Targetkan RI Jadi Pusat Inovasi Tekstil Dunia
Menurutnya, demokrasi hanya bermakna bila rakyat ikut serta, bukan diam dan menyerahkannya kepada segelintir suara yang aktif.
"Partisipasi politik bukan hanya pilihan individu, tetapi juga manifestasi cinta tanah air," ujarnya.
Baca juga : Niken Anjani, Gemetar Cerita Pernah Jadi Korban Pelecehan
Dengan menjadikan hak pilih sebagai kewajiban, BSNPG ingin menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga masa depan republik, bukan sekadar menonton dari pinggir sejarah.
"Langkah ini bukanlah upaya memaksa, melainkan ajakan untuk menegakkan kembali makna sejati demokrasi, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," harapnya.
Baca juga : BTN Gelar Literasi Keuangan & Pelatihan Ramah Lingkungan Bagi Pengrajin Batik
Dalam pandangan BSNPG, Syahmud berpendapat memilih bukan hanya soal menentukan pemimpin, tetapi juga soal menjaga keberlangsungan cita-cita kemerdekaan, agar suara rakyat tidak lenyap, dan arah bangsa tidak dikuasai oleh golongan yang sedikit namun bersuara keras.
"BSNPG percaya demokrasi yang kuat lahir dari rakyat yang aktif, bukan rakyat yang diam. Maka menjadikan hak pilih sebagai wajib pilih adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap kedaulatan rakyat itu sendiri," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.