Dark/Light Mode

Parlemen Indonesia Dan Mexico Sepakat Tingkatkan Kerjasama

Sabtu, 2 Agustus 2025 07:35 WIB
Ketua Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia-Mexico Dr. Herman Khaeron (kelima kiri) menggelar pertemuan dengan delegasi GKSB Mexico-Indonesia yang diketuai Mrs. Teresa Ginez Seranno, Selasa (29/7/2025). Herman didampingi oleh anggota Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR seperti Edhie Baskoro Yudhoyono, Fathi, Umbu Kabunang, Nafa Urbach, Bramantyo, Dini Rahmania, dan Jefry Romdonny. (Foto: ISTIMEWA)
Ketua Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia-Mexico Dr. Herman Khaeron (kelima kiri) menggelar pertemuan dengan delegasi GKSB Mexico-Indonesia yang diketuai Mrs. Teresa Ginez Seranno, Selasa (29/7/2025). Herman didampingi oleh anggota Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR seperti Edhie Baskoro Yudhoyono, Fathi, Umbu Kabunang, Nafa Urbach, Bramantyo, Dini Rahmania, dan Jefry Romdonny. (Foto: ISTIMEWA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia-Mexico Dr. Herman Khaeron menggelar pertemuan dengan delegasi GKSB Mexico-Indonesia yang diketuai Mrs. Teresa Ginez Seranno.

Kepada Teresa Ginez, Herman Khaeron yang juga Anggota Komisi VI DPR ini, mengingatkan sejarah panjang hubungan baik kedua negara. Selain itu, Herman memaparkan langkah penting penguatan hubungan parlemen Indonesia dan Mexico ke depan.

"Terutama terkait kerja sama bidang ekonomi, investasi, perdagangan; pertanian dan pangan; serta kebudayaan, pariwisata, dan pendidikan," kata Herman dalam kunjungan ke Parlemen Meksiko, Selasa (29/7/2025).

Dalam pertemuan itu, Herman didampingi oleh anggota Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR seperti Edhie Baskoro Yudhoyono, Fathi, Umbu Kabunang, Nafa Urbach, Bramantyo, Dini Rahmania, dan Jefry Romdonny.

Diungkapkan Herman, hubungan antara Parlemen Indonesia dan Meksiko sangat baik. Terutama dengan mitra utama Chamber of Deputies (Cámara de Diputados). Hubungan yang baik ini ditandai dengan pembentukan Group Kerja Sama Bilateral antara Indonesia dan Meksiko periode 2024 2029.

Baca juga : Istana Beri Ruang Warga Rayakan Kemerdekaan RI

Meksiko juga memiliki kelompok persahabatan dengan Indonesia yang bernama Grupo de Amistad México -Indonesia.

Di tingkat multilateral, kedua parlemen aktif terlibat dalam berbagai forum parlemen, seperti: IPU, Konsultasi Pembicara MIKTA, Forum Parlemen Asia Pasifik (APPF), dan Organisasi Global Parlemenawan Anti Korupsi Tindakan konkret dari Parlemen Indonesia terhadap Parlemen Meksiko adalah dengan memberikan suara untuk Gabriela Cuevas Barron sebagai Presiden IPU.

Kelompok persahabatan ini berfungsi sebagai landasan kerja sama antarparlemen kedua negara, khususnya dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan memperkuat hubungan antar rakyat kedua negara.

Hubungan Indonesia-Meksiko, sambung Herman, telah berkembang dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai kunjungan tingkat tinggi yang dilakukan oleh Presiden Indonesia, dari Soekarno pada 1959, Soeharto pada 1991, hingga Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008 dan 2012. Kami menantikan rencana kunjungan tingkat tinggi Meksiko ke Indonesia dalam waktu dekat.

"Saya berharap kunjungan tingkat tinggi bisa terselenggara. Sebelum itu, kami mengundang parlemen Meksiko untuk bisa melakukan kunjungan balasan ke parlemen Indonesia," ungkap Sekjen Demokrat ini.

Baca juga : Pendidikan Anti Korupsi Ditanamkan Sejak Dini

Sektor Ekonomi dan Perdagangan

Herman menyebut, Meksiko adalah salah satu mitra strategis Indonesia. Kedua negara menikmati hubungan perdagangan yang stabil dan berkembang, dengan neraca perdagangan yang tumbuh cukup pesat, dari 1,20 dolar AS miliar pada 2020 menjadi 2,32 miliar dolar AS pada 2024.

Dalam hal investasi, investasi Meksiko di Indonesia mencapai 1,20 juta dolar AS pada 2024, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan 51,5 ribu dolar AS pada 2020.

Perusahaan tekstil Indonesia, Indorama, telah berinvestasi di Meksiko melalui Indorama Ventures Polymers Mexico, yang didirikan pada tahun 2011 di Queretaro, Meksiko. Perusahaan ini adalah produsen terbesar dunia dari Polyethylene Terephthalate (PET resin, HMLS polymer, dan staple fiber).

Karenanya, Herman menyatakan, perlu pembentukan kerangka kerja sama ekonomi, yang dapat mencakup negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) bilateral atau Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA), serta mengeksplorasi potensi FTA multilateral melalui Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Baca juga : Demokrat Konsisten Pilih Pilkada Langsung

Selain itu, perlu menangani hambatan perdagangan. Seperti peningkatan sementara tarif impor pada 544 produk Indonesia dan penerapan kuota impor untuk mobil jenis MPV asal Indonesia.

"Kami berharap arus perdagangan antara Meksiko dan Indonesia menjadi lebih lancar, lebih besar, dan saling menguntungkan," harapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.