RM.id Rakyat Merdeka - Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) bertekad akan memenangkan kesetaraan gender serta memperkuat peran perempuan dalam politik.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji meminta skuad partai berlambang pohon Beringin yang tergabung Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) memperjuangkan kiprah kaum hawa dalam dunia politik.
“Salah satu perjuangan saat ini adalah kebijakan afirmatif atau kuota 30 persen perwakilan perempuan di DPR RI,” kata Sarmuji saat pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (15/12/2025) malam.
Partai Golkar, kata Sarmuji, harus terbaca dalam kerangka sejarah dan kebijakan negara. Terlebih, kata dia, perjuangan perempuan telah berlangsung sejak era kolonial melalui tokohtokoh seperti RA Kartini, Dewi Sartika, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, dan Tri Murti.
Baca juga : Diperiksa KPK 8,5 Jam, Eks Menag Yaqut Irit Bicara
“KPPG dapat memperjuangkannya, misalnya dengan mengusulkan sistem zipper atau urutan pria-wanita dalam pencalegan,” sarannya.
“Hingga putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang keterwakilan perempuan di alat kelengkapan Dewan. Namun, afirmasi tidak boleh berhenti di angka,” sambung Sarmuji.
Menurut Sarmuji, afirmasi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas keilmuan, kepemimpinan, dan keterampilan organisasi agar perempuan benarbenar mampu menjalankan peran strategis dalam partai maupun parlemen. Dia mengatakan kemampuan mengelola konflik dan membangun kerja sama, sangat diperlukan.
“Konflik merupakan bagian alami dari organisasi politik. Konflik tidak selalu buruk. Yang berbahaya adalah konflik yang tidak dikelola,” katanya.
Baca juga : BTN Beri Relaksasi KreditUntuk Puluhan Ribu Nasabah
Selain itu, Sarmuji mendorong KPPG membangun kerja sama dalam perjuangan politik. Dalam membangun kerja sama tersebut, dia menekankan pentingnya kepercayaan, komunikasi terbuka, dan kesadaran akan tujuan bersama.
“Pemimpin politik perempuan harus mampu menjadi mediator, fasilitator dialog, sekaligus pengikat solidaritas,” pungkasnya.
Ketua Umum (Ketum) KPPG, Hetifah Sjaifudian menegaskan, militansi dan loyalitas kader perempuan Golkar tidak perlu diragukan. Menurutnya, keterlibatan kader KPPG selama ini selalu terlihat dalam berbagai agenda dan kerja-kerja partai, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Namun, kata Hetifah, semangat dan loyalitas saja tidak cukup. Politisi Golkar di Senayan ini menekankan pentingnya pembekalan pengetahuan dan keterampilan politik agar kader perempuan mampu bertahan dan bersaing secara sehat.
Baca juga : Pasokan Energi Wilayah Sumatera Tetap Terjaga
“Kader KPPG sudah memiliki semangat, keberanian, dan loyalitas. Namun, itu saja tidak cukup. Mereka harus dibekali dengan pengetahuan politik,” ujarnya. Ketua Komisi X DPR ini mengakui, dunia politik masih sarat tantangan bagi perempuan. Meski perempuan terbukti mampu bertahan, kata dia, diperlukan perangkat pengetahuan, keterampilan khusus, serta keberanian agar perempuan benarbenar mampu bertahan dan berkompetisi.
“Penguatan kapasitas menjadi kunci agar kader perempuan tidak sekadar hadir, tetapi juga berpengaruh,” tandasnya.
Hetifah menambahkan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang, KPPG akan terus diperkuat hingga tingkat kecamatan, bahkan desa dan kelurahan. Langkah ini, kata dia, penting untuk memperluas basis kader perempuan sekaligus memastikan kaderisasi berjalan dari tingkat akar rumput. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.