RM.id Rakyat Merdeka - Politisi Partai Gerindra Novita Wijayanti menegaskan, kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, surplus pangan mulai tercapai seiring meningkatnya serapan gabah petani dan semakin baiknya pengelolaan stok Pemerintah.
“Kondisi surplus sudah tercapai. Ini menjadi bukti bahwa langkah Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berjalan dengan baik dan harus terus dipertahankan,” kata Novita, dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Indikator tercapainya surplus pangan disaksikan Novita saat meninjau langsung Gudang Bulog Gumilir, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (4/5/2026). Dia mengatakan, ketersediaan pangan dan kondisi stok beras Pemerintah tetap aman bagi masyarakat.
Baca juga : Hadiri May Day 2026, Gerindra: Prabowo Presiden Kaum Buruh
"Saya berdialog dengan Kepala Bulog Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji, Kepala Gudang Bulog Gumilir, dan Kepala Gudang Bulog Cindaga. Stok beras aman," katanya.
Novita menekankan pentingnya penyerapan gabah petani dengan harga sesuai ketentuan Pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram. Dia mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bentuk keberpihakan negara kepada petani agar tetap memperoleh keuntungan yang layak.
“Kami memastikan gabah petani dibeli sesuai harga Rp 6.500 per kilogram. Setelah itu disimpan di gudang dalam kondisi aman, dilakukan perawatan secara berkala agar kualitas tetap terjaga, tidak rusak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” tuturnya.
Baca juga : Dirjen Hubdat Sidak Pool Green SM Bekasi, Pastikan Sistem Keselamatan Berjalan
Selain memastikan kualitas penyimpanan beras, Bendahara Fraksi Gerindra di DPR ini juga menyoroti pentingnya pengendalian harga di pasaran. Dia mengatakan, harga tertinggi di pasaran harus tetap terkontrol, sehingga tidak dimainkan oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi.
"Kami meyakini sistem yang dibangun Pemerintah dalam mengelola pangan dari hulu hingga hilir dapat berjalan baik, sehingga swasembada pangan bisa tercapai,” tegasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Perempuan Indonesia Raya (PIRA) ini menjelaskan, kunjungan lapangan kali ini menjadi bagian dari komitmen DPR bersama Pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, mendukung kesejahteraan petani, serta memastikan masyarakat memperoleh pasokan beras yang aman dan berkualitas.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Program JKN Berlanjut
Di waktu yang hampir sama, Anggota Fraksi Gerindra DPR Ade Jona Prasetyo dan M Husni bersama Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Ihwan Ritonga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Provinsi Sumatera Utara, Senin (4/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, legislator Gerindra di pusat maupun daerah memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan di tengah situasi global yang tidak menentu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung ketersediaan serta kondisi stok bahan pangan strategis, khususnya beras dan minyak makan, guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dalam beberapa bulan ke depan.
Hasil peninjauan, diketahui stok beras yang tersedia di gudang Bulog Sumut mencapai 63.000 ton, dan stok minyak goreng (migor) tercatat sebanyak 4,6 juta liter. Jumlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Sumatera Utara hingga lima bulan ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.