RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya menjaga hubungan historis dan ideologis antara Partai Golkar dengan kalangan ulama dalam momentum Syukuran Milad ke-48 Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) yang digelar di Masjid Syajaratun Thayyibah, Kantor DPP Partai Golkar, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang diisi dengan istighosah, santunan anak yatim, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), hingga Dakwah Disabilitas Nasional itu menjadi refleksi perjalanan panjang MDI sebagai organisasi dakwah yang tumbuh bersama Golkar.
“Atas nama DPP Partai Golkar dan mewakili Ketua Umum, saya menyampaikan selamat milad ke-48 bagi Majelis Dakwah Islamiyah. Semoga kiprah MDI semakin memberikan kontribusi, bukan hanya bagi Partai Golkar tetapi juga bagi kejayaan bangsa dan negara,” ujar Ace Hasan dalam sambutannya.
Dalam pidatonya, Ace Hasan yang juga menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional menegaskan bahwa MDI memiliki hubungan historis yang kuat dengan Partai Golkar sejak era Orde Baru.
Ia menjelaskan, MDI dibentuk sebagai ruang pengabdian para ulama untuk membantu menjelaskan berbagai kebijakan pembangunan pemerintah kepada masyarakat.
Baca juga : Zulhas Beberkan Program Prioritas Pangan Nasional
“Majelis Dakwah Islamiyah pasti Golkar-nya. Karena MDI didirikan untuk menjadi ruang pengabdian para ulama dalam menjelaskan kepada masyarakat berbagai kebijakan pembangunan,” tegasnya.
Ace Hasan juga mengenang kedekatannya dengan MDI melalui sang ayah yang merupakan seorang kiai dan pernah menjadi Ketua MDI di salah satu kabupaten di Provinsi Banten.
Ia mencontohkan bagaimana para ulama MDI pada masa lalu berperan besar dalam menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat terkait program Keluarga Berencana (KB) yang saat itu menuai penolakan.
“Saat itu terjadi perdebatan yang sangat keras. Tetapi para kyai, ulama, ustadz dan ustadzah yang tergabung dalam MDI hadir memberi penjelasan kepada masyarakat bahwa kebijakan pemerintah harus dilihat dari tujuan kemaslahatannya,” jelas Ace Hasan.
Menurutnya, pengalaman sejarah tersebut menunjukkan bahwa MDI harus tetap menjadi mitra strategis pembangunan bangsa.
Baca juga : Beri Kuliah Umum Di Lemhannas, Zulhas Paparkan Program Prioritas Pangan Nasional
“Ulama bersama Golkar bukan untuk menjadi oposisi terhadap pemerintah semata, melainkan hadir untuk memastikan kehidupan bernegara berjalan dengan nilai, moral, dan tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya.
Ace Hasan juga menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai nasionalis religius yang memadukan pembangunan material dan spiritual.
“Pembangunan bangsa bukan hanya aspek material, tetapi juga penting membangun spiritualitas bangsa. Agama menjadi sumber nilai dan etika bagi penyelenggara negara maupun masyarakat,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP MDI, KH. Choirul Anam menegaskan bahwa perjalanan MDI selama 48 tahun tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang dakwah di lingkungan Golkar yang berakar dari gagasan besar para pendiri bangsa.
“Empat puluh delapan tahun lalu, tepatnya 24 Mei, atas prakarsa Almarhum Presiden Soekarno melalui Ketua Umum Golkar saat itu ketika masih berbentuk golongan karya, lahirlah gagasan agar para da’i memiliki wadah perjuangan di lingkungan Golkar. Dari gagasan itu berdirilah Majelis Dakwah yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soeharto menjadi Majelis Dakwah Islamiyah Keluarga Besar Golongan Karya,” ujar KH. Choirul Anam.
Baca juga : Purbaya Tegaskan Pemerintah Tak Akan Gelar Tax Amnesty Lagi
Menurut KH. Choirul Anam, tradisi syukuran dalam setiap Milad MDI menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan organisasi sekaligus memperkuat pengabdian dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan umat.
“MDI lahir bukan hanya untuk menjaga tradisi dakwah, tetapi untuk memastikan dakwah hadir sebagai energi pemersatu, penguat moral, dan penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.