Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Beri Kuliah Umum Di Lemhannas, Zulhas Paparkan Program Prioritas Pangan Nasional
Kamis, 21 Mei 2026 19:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan berbagai program prioritas pangan nasional dalam kuliah umum di Auditorium Gadjah Mada, Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Kuliah umum tersebut diikuti 194 peserta pendidikan Lemhannas. Mereka berasal dari berbagai kementerian, lembaga, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari sejumlah wilayah di Indonesia.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai arah kebijakan pemerintah di sektor pangan. Menurutnya, para peserta merupakan pengambil keputusan di instansi masing-masing sehingga perlu memahami program utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Karena itu, seluruh pimpinan lembaga maupun daerah harus memahami arah kebijakan yang sedang dijalankan,” ujar Zulhas.
Dalam paparannya, Zulhas menyebut produksi pangan nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Produksi beras nasional tercatat mencapai lebih dari 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga : Lewat Tona Sian Huta, Lamhot Sinaga dan PARBI Fokus Majukan Pariwisata Danau Toba
Sementara produksi jagung mencapai 16,16 juta ton atau meningkat 6,74 persen dibanding 2024.
Menurut Zulhas, kenaikan produksi tersebut ikut menekan ketergantungan impor pangan. Pemerintah, kata dia, tidak melakukan impor beras konsumsi umum maupun jagung pakan sepanjang 2025 hingga 2026.
“Ini menunjukkan produksi dalam negeri mulai mampu memenuhi kebutuhan nasional,” katanya.
Pemerintah juga memperkuat cadangan pangan nasional melalui stok beras pemerintah. Berdasarkan data Perum Bulog per 5 Mei 2026, stok beras Bulog mencapai 5.211.802 ton.
Jumlah itu terdiri dari 5.198.149 ton Cadangan Beras Pemerintah dan 13.653 ton stok komersial. Pada periode yang sama, realisasi pengadaan beras nasional 2026 mencapai 2.591.422 ton.
Baca juga : Bertemu PM Belarus, Airlangga Bahas Kerja Sama Energi, Pangan Dan Konektivitas
Di sisi lain, kesejahteraan petani juga disebut mengalami peningkatan. Zulhas memaparkan Nilai Tukar Petani naik dari 116 pada 2024 menjadi 125 pada 2025 dan tetap bertahan di level 125 pada 2026.
Harga gabah dan jagung di tingkat petani ikut terkerek setelah pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Harga gabah naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram, sedangkan harga jagung naik dari Rp 4.521 menjadi Rp 5.500 per kilogram.
Dari sisi regulasi, pemerintah telah menerbitkan 30 aturan baru sektor pangan dalam satu setengah tahun terakhir. Regulasi itu terdiri dari 5 Peraturan Pemerintah, 10 Peraturan Presiden, 12 Instruksi Presiden, dan 3 Keputusan Presiden.
Khusus sektor pupuk, pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang memangkas 145 regulasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi tiga aturan utama.
Dengan penyederhanaan aturan tersebut, distribusi pupuk kini dapat langsung dilakukan dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia sebelum diteruskan kepada petani.
Baca juga : Desa Jadi Pemasok Utama Bahan Baku Program MBG
Selain sektor pertanian, Zulhas juga memaparkan percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi desa.
Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 9.294 koperasi telah selesai dibangun dan 1.061 koperasi siap beroperasi. Pemerintah menargetkan 30 ribu koperasi selesai dibentuk pada 16 Agustus 2026.
Pemerintah juga membuka formasi 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5.476 pegawai Kampung Nelayan Merah Putih. Sebanyak 483.648 pendaftar mengikuti seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) di 72 titik lokasi.
Dalam kesempatan itu, Zulhas turut memaparkan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut kini telah menjangkau 62,4 juta penerima manfaat melalui 28.913 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di 38 provinsi.
Menurut Zulhas, seluruh program prioritas pangan nasional diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya