Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Beri Kuliah Umum Di Lemhannas
Zulhas Beberkan Program Prioritas Pangan Nasional
Jumat, 22 Mei 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan membeberkan program prioritas pangan nasional saat memberi kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dalam paparannya, Zulhas sapaan Zulkifli Hasan menjelaskan, capaian produksi beras dan jagung yang meningkat, stok beras Bulog yang melimpah, hingga percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kuliah umum tersebut diikuti 194 peserta pendidikan Lemhannas. Mereka berasal dari berbagai kementerian, lembaga, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari sejumlah wilayah di Indonesia.
Baca juga : Sekolah Rakyat Jadi Strategi Memutus Rantai Kemiskinan
Zulhas mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai arah kebijakan pemerintah di sektor pangan. Menurutnya, para peserta merupakan pengambil keputusan di instansi masing-masing, sehingga perlu memahami program utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Karena itu, seluruh pimpinan lembaga maupun daerah harus memahami arah kebijakan yang sedang dijalankan,” ujar Zulhas.
Dalam paparannya, Zulhas menyebut produksi pangan nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Produksi beras nasional tercatat mencapai lebih dari 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga : Bursa Calon Ketua DPD Demokrat, Gubernur Sulbar Maju Lagi
Sementara produksi jagung mencapai 16,16 juta ton atau meningkat 6,74 persen dibanding 2024. Menurut Zulhas, kenaikan produksi tersebut ikut menekan ketergantungan impor pangan. Pemerintah, kata dia, tidak melakukan impor beras konsumsi umum maupun jagung pakan sepanjang 2025 hingga 2026.
“Ini menunjukkan produksi dalam negeri mulai mampu memenuhi kebutuhan nasional,” katanya.
Pemerintah juga memperkuat cadangan pangan nasional melalui stok beras pemerintah. Berdasarkan data Perum Bulog per 5 Mei 2026, stok beras Bulog mencapai 5.211.802 ton.
Baca juga : Bangsa Kita Harus Kuat, Berdiri Di Atas Kaki Sendiri
Jumlah itu terdiri dari 5.198.149 ton Cadangan Beras Pemerintah dan 13.653 ton stok komersial. Pada periode yang sama, realisasi pengadaan beras nasional 2026 mencapai 2.591.422 ton.
Di sisi lain, kesejahteraan petani juga disebut mengalami peningkatan. Zulhas memaparkan Nilai Tukar Petani naik dari 116 pada 2024 menjadi 125 pada 2025 dan tetap bertahan di level 125 pada 2026.
Harga gabah dan jagung di tingkat petani ikut terkerek setelah pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Harga gabah naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram, sedangkan harga jagung naik dari Rp 4.521 menjadi Rp 5.500 per kilogram.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya