Sebelumnya
"PKB melihat kritik terhadap MBG dan KDMP sebagai pesan kepada pemerintah," ujar Faisol.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, PKB menginstruksikan seluruh pengurus daerah membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Forum dialog itu untuk menjelaskan program prioritas pemerintah sekaligus menyerap berbagai saran dan kritik yang berkembang di masyarakat.
Faisol mengakui tata kelola kedua program tersebut masih membutuhkan banyak penyempurnaan. Karena itu, evaluasi dinilai sebagai langkah tepat untuk memastikan tujuan program dapat tercapai secara optimal.
Baca juga : Buntut Israel Masih Ngeyel, Selat Hormuz Kembali Ditutup
"Dari sisi tata kelola dan teknokrasinya tentu membutuhkan banyak sekali pembenahan dan penyempurnaan," tegasnya.
Politisi Gerindra Andre Rosiade menegaskan, pemerintah mendukung langkah evaluasi dan penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat penyimpangan dalam program MBG. Andre menyebut kritik dan masukan masyarakat justru menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.
Menurutnya, pemerintah telah menerima berbagai masukan dan saat ini tengah melakukan langkah pembenahan. Ia mengungkapkan Presiden Prabowo telah meminta agar dugaan penyimpangan diproses secara hukum serta dilakukan evaluasi menyeluruh.
Baca juga : Pulang Haji Masih Punya Utang, Nenek Sania Dapat Bantuan Pemerintah
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola MBG dan Kopdes agar setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Gibran menegaskan, pembenahan dilakukan agar pelaksanaan program menjadi lebih tepat sasaran, efektif, efisien, sekaligus menutup peluang terjadinya praktik korupsi dan penyimpangan.
"Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola MBG dan Kopdes Merah Putih untuk memastikan setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," kata Gibran.
Langkah perbaikan juga mulai dilakukan di sektor koperasi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono memperkirakan sekitar 40 ribu Kopdes Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir tahun. Meski lebih rendah dari target awal, Ferry menegaskan hal tersebut dilakukan karena pemerintah ingin memastikan kesiapan operasional dan kelayakan usaha setiap koperasi.
Baca juga : Argentina Vs Austria, Magis Messi Dinanti Lagi
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah. Salah satu fokus evaluasi adalah pembenahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
"Sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik dan lebih rapi," ujarnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.