RM.id Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan enggan menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membiayai aksi demonstrasi. Menurutnya, Pemerintah sebaiknya lebih memfokuskan perhatian pada evaluasi kebijakan daripada memperdebatkan pihak yang diduga berada di balik aksi unjuk rasa.
"Aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui jalur konstitusional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi kita, yang dijamin oleh konstitusi, dan sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa," kata Daniel di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Daniel menegaskan, yang justru berbahaya adalah ketika masyarakat sudah tidak lagi peduli terhadap persoalan bangsa. Menurut dia, berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat, baik yang mendukung maupun mengkritisi kebijakan Pemerintah, merupakan dinamika yang wajar dalam sistem demokrasi.
"Yang lebih penting adalah mendengarkan substansi dari aspirasi yang disampaikan agar dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan. Terkait dugaan adanya pihak-pihak yang menggerakkan demonstrasi, disikapi saja secara proporsional," tuturnya.
Baca juga : PSI Sulut Optimis Punya Fraksi Di DPRD Provinsi
Daniel menegaskan, jika terdapat kebijakan yang menuai penolakan luas dari masyarakat, maka Pemerintah perlu segera melakukan evaluasi. Dia mengingatkan, tugas Pemerintah adalah mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki kebijakan yang ada.
"Situasi sekarang dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat," ujarnya.
Menurut Daniel, dengan keterbukaan dan kemauan untuk saling mendengar berbagai masukan publik dapat menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas kebijakan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah.
"Kita mendukung terciptanya iklim demokrasi yang sehat, di mana Pemerintah dan masyarakat dapat membangun komunikasi yang konstruktif demi kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya.
Baca juga : Bring Barrel Home Perkuat Kendali RI Atas Rantai Pasok Energi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), menyinggung maraknya demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah.
Prabowo mengaku mengetahui aktor di balik aksi demonstrasi tersebut. Menurutnya, pihak-pihak itu tidak menyukai dirinya karena mengetahui praktik korupsi yang mereka lakukan.
"Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi. Sok kaya, sok banyak duit. Kalau duitnya nyolong dari rakyat. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, saya kenal itu semua. Mereka tidak suka sama Prabowo karena Prabowo mengerti," ujarnya.
Prabowo juga menyebut ada pihak yang membayar peserta demonstrasi dan mengaku mengetahui siapa pihak yang berada di belakang aksi tersebut.
Baca juga : DKI Gelar Konser Hingga Peluncuran Logo 5 Abad
"Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo. Tapi tidak apa-apa, silakan demo. Ditanya anak-anak demo, tidak mengerti mau demo apa. Ada yang mengaku dibayar Rp 200 ribu. Saya tahu itu," katanya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.