BREAKING NEWS
 

Ajak Generasi Muda Pahami Persoalan Daerah

PAN Sulbar Buka Ruang Penyampaian Gagasan

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Sabtu, 8 Agustus 2026 06:45 WIB
Ketua DPW PAN Sulbar, Ajbar Abdul Kadir. (Foto: Instagram/ajbar.abdkadir)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menggelar forum diskusi bulanan Sudut PANdang, yang memberi ruang kepada semua pihak untuk menyampaikan gagasan dan perspektif atas berbagai persoalan daerah. Kegiatan bertajuk “Sulbar dalam Angka: Antara Kenyataan dan Harapan” itu di gelar di Rumah PAN Sulbar, Mamuju, Kamis (6/8/2026).

Ketua DPW PAN Sulbar, Ajbar Abdul Kadir mengatakan, Sudut PANdang tak dibangun sebagai ruang untuk mencari pembenaran atas pandangan tertentu. Menurut dia, forum tersebut merupakan wadah dialektika terbuka yang memberi ruang kepada semua pihak, untuk menyampaikan gagasan dan perspektif terhadap berbagai persoalan daerah. 

“Sudut PANdang adalah ruang dialektika. Semua orang berhak menyampaikan sudut pandangnya. Perbedaan cara membaca persoalan daerah justru akan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi yang lebih baik,” ujar Ajbar dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/8/2026). 

Anggota Komisi IV DPR itu menambahkan, pembangunan daerah tak cukup dinilai dari kebijakan Pemerintah. Menurut dia, perspektif masyarakat, akademisi, pelaku usaha hingga generasi muda, harus menjadi bagian dalam proses evaluasi dan penyusunan berbagai kebijakan publik. 

Baca juga : Gejolak Ekonomi Global Belum Surut, OJK: Sektor Keuangan Masih Tahan Banting

Selama ini, lanjut Ajbar, suara generasi muda belum mendapat ruang yang memadai, dalam menentukan arah pembangunan Provinsi Sulbar. Sebab itu, pihaknya mendorong peran aktif para pemuda dalam proses evaluasi dan penyusunan berbagai kebijakan di daerah. 

“Kami ingin, generasi muda tak hanya menjadi penonton. Persepsi mereka terhadap kebijakan daerah harus didengar. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda, dan itu sangat penting bagi masa depan Sulawesi Barat,” cetusnya. 

Adsense

Lebih lanjut, Ajbar menegaskan, pihaknya juga ingin membangun budaya diskusi yang berlandaskan data. Dengan begitu, masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari satu indikator. 

Dia berharap, forum diskusi bulanan yang digagas PAN mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang konstruktif, sekaligus menjadi jembatan antara data, kebijakan, dan aspirasi masyarakat. 

Baca juga : Pram Bongkar Penyebab SDN 01 Cipete Mangkrak

“Data harus dibaca secara utuh. Ketika ada pertumbuhan ekonomi, kita juga harus melihat dampaknya terhadap pengangguran, kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat. Sebab itu, ruang-ruang diskusi seperti ini harus terus dibangun,” tandasnya. 

Perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Muhammad Said mengungkapkan, banyaknya kesalahpahaman publik dalam membaca data statistik yang dirilis BPS. Salah satunya, ungkap dia, persepsi tentang tingkat pengangguran di Provinsi Sulbar. 

“Berdasarkan data terbaru, angka pengangguran di Sulawesi Barat justru mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya. 

Said juga menyoroti fenomena menarik ketika pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif, tapi tidak diikuti dengan penurunan angka pengangguran. Menurut dia, kondisi itu mengindikasikan, pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan kerja yang memadai. 

Baca juga : Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme

“Karenanya, diperlukan analisis yang lebih dalam terhadap struktur pertumbuhan ekonomi, sektor-sektor yang menjadi penggerak utama, serta kualitas pekerjaan yang berhasil diciptakan,” terangnya. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense