Dark/Light Mode

Soroti Kasus Keracunan MBG Di Papua, Kepala BGN: Tak Akan Kita Tutup-tutupi

Jumat, 7 Agustus 2026 08:24 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyoroti kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Papua. Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, memastikan tak akan menutup-nutupi kasus tersebut.

Sebelumnya, sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari Program MBG, Selasa (4/8/2026). Delapan siswa sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura. Kini, kondisi mereka berangsur membaik, bahkan satu siswa telah diizinkan pulang.

Mas Dar menyatakan, kesimpulan awal, penyebab dugaan keracunan itu karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memasak makanan terlalu awal. Ini melanggar prosedur operasional.

"Kalau tidak salah, (mulai memasaknya) pukul 19.00 atau 19.30 di hari sebelumnya. Padahal untuk diberikan hari berikutnya pukul 11.00. Jadi, ini sudah melanggar," terang Mas Dar, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

BGN tak mentolerir pelanggaran tersebut. Jika ditemukan bukti ada kesengajaan atau mengarah ke tindakan sabotase, Mas Dar tidak ragu membawa kasus ini ke aparat penegak hukum.

Baca juga : Utang Kereta Cepat Ditanggung Kemenkeu

"Kalau memang ada unsur-unsur lain, misalnya kesengajaan, sabotase, tentu kami serahkan kepada kepolisian. Bukan kemudian kami tutup-tutupi atau kami bela. Kalau memang salah, tidak perlu dibela," tegasnya.

Merespons kasus ini, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono langsung melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Bupati Jayapura Yunus Wonda, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun serta unsur Forkopimda, di Kantor Bupati Jayapura, Kamis (6/8/2026).

Trenggono memuji respons awal Pemerintah Daerah bersama TNI-Polri yang baik dan cepat. BGN mengakui, selama ini keterlibatan Pemerintah Daerah dalam pengawasan program MBG masih belum optimal. Ke depan, pihaknya berkomitmen melibatkan Pemda lebih aktif.

Ia menegaskan, setiap kejadian keracunan program MBG dikategorikan sebagai kejadian fatal yang harus ditangani serius. "Dengan kepemimpinan BGN yang baru, seluruh Kementerian akan lebih aktif turun langsung ke daerah," ucapnya.

Bupati Jayapura Yunus Wonda telah menginstruksikan Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan rumah sakit agar tak memulangkan pasien sebelum benar-benar dinyatakan pulih. Yunus memastikan, secara umum, kondisi para korban dalam keadaan baik. "Kami berharap ini tidak terjadi lagi. Akan kami evaluasi total," janji Yunus.

Baca juga : Keren, RSCM Berhasil Pasang Alat Pompa Jantung Buatan Terkecil & Teringan di Dunia

Usai pertemuan, Wakil Kepala BGN, Wakil Gubernur Papua, Wakil Menteri Dalam Negeri, dan Bupati Jayapura meninjau lokasi kejadian di Depapre serta mengunjungi para korban yang dirawat di RSUD Yowari.

Sebagai bentuk ketegasan, Koordinator Regional BGN Papua Rama Irjayanto Putra Sukoco Borotian menyatakan, BGN langsung menutup sementara SPPG milik Yayasan Kasih Iman Samuel Papua di Distrik Depapre.

Sementara, Yayasan Kasih Iman Samuel Papua menyatakan siap bertanggung jawab terhadap seluruh biaya penanganan korban. "Kami dari yayasan akan bertanggung jawab atas pembiayaan terhadap korban yang diduga mengalami keracunan," ujar kuasa hukum Yayasan Kasih Iman Samuel Papua Yansen Marudut. 

Pemerintah terus membenahi pelaksanaan MBG. Kementerian Kesehatan ikut melakukan investigasi atas kasus keracunan MBG yang terjadi di Papua dan Semarang. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan bakteri E. coli di beberapa jenis makanan.

"Ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya. Bukan hanya semangka, tapi ada beberapa makanan lain," terang Menkes, usai menerima Mas Dar, di Kantor Kemenkes, Rabu (5/8/2026).

Baca juga : Menko Polkam Pastikan Situasi Aman & Terkendali

Hasil pemeriksaan telah disampaikan kepada BGN sebagai bahan evaluasi. Kemenkes meminta BGN memperkuat pengawasan operasional dapur serta melakukan edukasi keamanan pangan, penyimpanan makanan, dan tata cara konsumsi agar kasus serupa tak terulang.

"Kami mengapresiasi respons cepat Kepala BGN dalam menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut," tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.