BREAKING NEWS
 

Arief Rosyid di Usia 40: Politik Islam Harus Beralih dari Identitas ke Karya

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 5 September 2026 12:36 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki usia 40 tahun, tokoh kepemudaan M. Arief Rosyid Hasan mengajak generasi muda dan kader politik Islam menempuh “rute baru” dengan menggeser orientasi dari politik identitas menuju politik gagasan, kaderisasi, karya, keadilan, dan kemaslahatan.

Gagasan tersebut disampaikan Arief dalam acara tasyakuran, peluncuran buku, dan diskusi bertajuk “Memimpin Rute Baru Politik Islam” di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi atas lebih dari dua dekade kiprahnya di dunia aktivisme, kaderisasi, kepemudaan, dan politik.

Acara itu turut menghadirkan cendekiawan Muslim Fachry Ali serta Direktur Akademi Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari.

Alhamdulillah, memasuki usia 40 tahun ini saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi. Dua puluh tahun lebih perjalanan di berbagai ruang kaderisasi dan politik mengajarkan saya bahwa perubahan tidak lahir secara instan. Ia membutuhkan proses, pengalaman, kompetisi, dan yang paling penting, kaderisasi yang terus-menerus,” ujar Arief.

Menurut Arief, usia 40 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menentukan arah pengabdian pada masa mendatang.

“Perjalanannya tidak singkat, tetapi masih jauh lebih banyak yang dapat kita tuju bersama. Insya Allah, yang terpenting adalah bagaimana perjalanan berikutnya semakin luas manfaatnya bagi umat dan bangsa,” katanya.

Baca juga : Sekjen Golkar Minta Kader Kompak Dukung Pemerintah

Mengawali kiprahnya dari tradisi intelektual Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015, Arief menekankan pentingnya proses kaderisasi dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan.

Ia menilai, generasi muda tidak cukup hanya diberikan panggung, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman melalui proses dan kompetisi.

“Saya percaya demokrasi adalah kompetisi, dan kompetisi membutuhkan jam terbang. Orang muda tidak cukup hanya diberi ruang untuk bicara. Mereka harus memperoleh kesempatan untuk belajar, berproses, bertanding, menang, kalah, lalu kembali bertanding,” ujarnya.

Menurut dia, kaderisasi memastikan regenerasi politik tidak berhenti pada pergantian usia, tetapi mampu melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan daya juang.

Kini menjabat Sekretaris Akademi Partai Golkar sekaligus Sekretaris Jenderal DPP AMPI, Arief mengusung gagasan “Rute Baru Politik Islam”.

Gagasan itu mendorong agar politik Islam tidak berhenti pada perdebatan identitas, tetapi bergerak menuju politik gagasan, kaderisasi, karya, dan kontribusi nyata.

Adsense

“Politik Islam harus hadir dengan wajah yang relevan dengan zaman. Pertanyaannya bukan hanya siapa yang kita wakili, tetapi apa yang kita perjuangkan, gagasan apa yang kita tawarkan, dan seberapa besar kekuasaan yang kita miliki dapat melahirkan karya, keadilan, dan kemaslahatan,” kata Arief.

Baca juga : Kawal RUU Perampasan Aset Sampai Ketok Palu!

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam politik agar kekuasaan dapat diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

“Rute baru politik Islam bukan tentang membawa Islam semakin dekat kepada kekuasaan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membawa kekuasaan semakin dekat kepada amanah, keadilan, dan kemaslahatan rakyat,” tegasnya.

Pentingnya Daya Kritis

Cendekiawan Muslim Fachry Ali mengingatkan pentingnya menjaga daya kritis ketika masuk ke dalam lingkaran kekuasaan.

Menurut dia, generasi muda perlu meneladani integritas tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta dan Prawoto Mangkusasmito.

“Tantangan Arief dan generasinya bukan sekadar masuk ke dalam kekuasaan, tetapi bagaimana tetap memiliki daya kritis ketika sudah berada di dalamnya. Aktivis tidak boleh menjadikan partai hanya sebagai tangga kekuasaan. Ia harus membawa pikiran, nilai, dan agenda perubahan ke dalam institusi politik,” ujar Fachry.

Sementara itu, Direktur Akademi Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari menilai pembaruan politik Islam dapat dilakukan secara substansial dari dalam institusi politik yang sudah ada.

“Rute baru tidak selalu berarti pindah jalan. Bisa jadi tugas generasi sekarang adalah memperbarui jalan yang sudah ditempuh: melakukan pembaruan dari dalam partai, memperkuat kaderisasi, memperbarui gagasan, dan membuat politik kembali bekerja untuk kepentingan masyarakat. Di situlah relevansi rute baru politik Islam hari ini,” kata Hajriyanto.

Luncurkan Delapan Buku

Baca juga : DPD Golkar DKI Jakarta Gelar Maulid Nabi, Momentum Persatukan Masyarakat

Selain diskusi, momentum ulang tahun ke-40 Arief juga ditandai dengan peluncuran delapan buku karya Arief Rosyid.

Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan pemikiran dan pengalaman selama menjalani berbagai aktivitas pengabdian.

“Saya selalu percaya aktivisme tidak cukup hanya dengan bergerak, tetapi juga harus meninggalkan gagasan. Buku adalah salah satu cara mendokumentasikan perjalanan dan berbagi pemikiran,” ujar Arief.

Ia berharap, karya-karya tersebut dapat menjadi bahan bagi generasi berikutnya untuk meneruskan hal-hal baik sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan.

Acara tasyakuran dan silaturahmi lintas generasi tersebut dihadiri keluarga, sahabat, senior, serta rekan seperjuangan Arief dari berbagai organisasi.

Melalui momentum usia 40 tahun, Arief menegaskan komitmennya untuk terus menempuh “rute baru” dengan memperkuat kaderisasi, memperluas peran anak muda, dan memperkokoh institusi politik.

Ia menilai, keberhasilan politik Islam pada akhirnya tidak semata-mata diukur dari kedekatannya dengan kekuasaan, tetapi dari seberapa besar kekuasaan tersebut dapat diubah menjadi karya, keadilan, dan kemaslahatan nyata bagi umat dan bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense