RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Surya Paloh, memutuskan merombak susunan pengurus inti Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Aceh. Selain bagian dari upaya penyegaran, perombakan itu bertujuan memperkuat mesin organisasi dan kinerja elektoral partai di Tanah Rencong.
Reposisi itu ditetapkan melalui Surat Keputusan DPP NasDem Nomor 297/Kpts/DPP-NasDem/IX/2026 tertanggal 15 September 2026. Dalam susunan terbaru, posisi Ketua DPW NasDem Aceh tetap dipercayakan kepada Irsan Sosiawan Gading.
Namun, posisi Sekretaris DPW NasDem Aceh yang sebelumnya dijabat Heri Julius, kini ditempati Yunardi Natsir, dan Bendahara DPW NasDem Aceh dipercayakan kepada Muhammad Furqan Firmandez.
Ketua DPW NasDem Aceh, Irsan Sosiawan Gading mengatakan, reposisi struktur kepengurusan DPW NasDem Aceh merupakan bagian dari upaya penyegaran dan penguatan struktur organisasi. Menurutnya, perubahan komposisi pengurus inti juga menandai dimulainya fase baru konsolidasi NasDem Aceh, dalam menghadapi Pemilu 2029.
Baca juga : OJK Ingatkan 15 Bank Jangan Perang Bunga
“NasDem Aceh harus lebih solid, lebih cepat, dan lebih dekat dengan rakyat. Kita butuh kerja-kerja politik yang nyata dalam membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Irsan dalam keterangannya, di Banda Aceh, dikutip Kamis (24/9/2026).
Dia berharap, masuknya Yunardi Natsir dan Muhammad Furqan Firmandez ke posisi strategis bersama sejumlah kader muda lain, mampu meningkatkan efektivitas mesin partai. Terlebih, Yunardi bukan nama baru di tubuh NasDem Aceh.
“Yunardi pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2014-2019 dari Partai NasDem. Dia juga pernah menduduki posisi Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPW NasDem Aceh,” jelasnya.
Sementara, lanjut Irsan, Furqan Firmandez merupakan kader NasDem yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPW NasDem Aceh. Dia juga dikenal sebagai pengusaha muda, dan pernah dipercaya memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh.
Baca juga : Warga Kebayoran Butuh Bantuan Bangun Rumah
“Intinya, reposisi merupakan amanah DPP, dan konsolidasi organisasi setelah Pemilu,” imbuhnya.
Sekretaris DPW NasDem Aceh, Yunardi Natsir menegaskan, perubahan struktur tak akan mengesampingkan kader lama. Sebaliknya, NasDem Aceh membuka ruang bagi kader-kader baru, termasuk generasi muda, untuk memperkuat organisasi.
“Kita perlu melakukan peningkatan-peningkatan, intinya itu. Tidak ada yang terbuang. Kami menambah kader-kader baru, anak-anak muda yang cerdas,” ujarnya.
Yunardi mengatakan, tugas barunya juga diarahkan untuk memastikan ideologi perubahan yang diusung NasDem, diterjemahkan melalui kerja politik konkret, utamanya melalui kader-kader partai yang duduk di lembaga legislatif.
Baca juga : Italia Vs Belgia, Azzurri Incar Start Manis
“Ke depan, kami akan mendorong kawan-kawan di parlemen untuk menyuarakan berbagai perubahan. Utamanya, di bidang anggaran, ekonomi, sosial, dan politik,” jelasnya.
Menurut Yunardi, kader-kader NasDem yang berada di DPRA maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat kabupaten dan kota, memiliki ruang untuk mendorong perubahan melalui kebijakan dan regulasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Saya ditugaskan oleh DPP bersama kawan-kawan, bagaimana setiap persoalan yang muncul, yang menjadi persoalan publik, di-backup secara maksimal oleh partai melalui kader-kader di lembaga legislatif,” ucapnya.
Yunardi juga membantah, reposisi tersebut berkaitan dengan isu pergantian pengurus yang sebelumnya beredar. Menurutnya, pembahasan tentang perubahan struktur telah dilakukan, sebelum isu tersebut mencuat. “Ini tidak ada kaitan dengan isu yang beredar. Ini sudah dibahas sejak tiga bulan lalu,” tandasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.