Sebelumnya
Ditambahkan, ada beberapa kabupaten dan kota dinilai rawan konflik selama penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2019. Antara lain wilayah Karesidenan Kedu seperti Temanggung, Magelang, hingga Semarang, Pekalongan, Pati dan Banyumas. Karena itu, seluruh Polres di kabupaten/kota harus giat ikut simulasi termasuk sinaergi dengan TNI.
Menurutnya, untuk ukuran saat ini, secara umum kondisi keamanan jelang pemilu di wilayah Jateng kondusif. Meski demikian, pihaknya tetap waspada terlebih saat kampanye terbuka yang diisi dengan kegiatan rapat umum.
Baca juga : Jasa Marga Gratiskan Ribuan Penumpang KRL
Dalam rapat umum di lapangan terbuka peserta pemilu boleh mengerahkan massa pendukung untuk menghadiri kegiatan itu.
“Solo Raya mendapatkan perhatian khusus karena intensitas kegiatan kampanye pemilu banyak. Selain Solo Raya, daerah mendapatkan perhatian khusus pengamanan adalah wilayah Kedu dan Banyumas,” tandasnya.
Baca juga : Kepolisian Belanda Tangkap Penembak Trem Di Utrecht
Di lokasi berbeda, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Sisriadi mengaku, TNI menyiapkan pengamanan khusus sesuai koordinasi dengan KPU.
“Pengaman pemilu sudah kita set berdasarkan kerawanan-kerawanan disampaikan KPU. Jadi, tingkat kerawan tetap kita laksanakan pengamannya, tentu akan spesifik penanggulangannya,” papar Sisriadi.
Baca juga : Polda Metro Jaya Benarkan Pemukulan Penyelidik KPK
Diketahui Nduga merupakan daerah di Provinsi Papua yang rawan setelah konflik antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi berulang kali. KKB pimpinan Egianus Kogoya yang memicu gesekan pada 7 Maret lalu dan menewaskan tiga anggota TNI. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.