Sebelumnya
Pengamat Politik UIN Adi Prayitno menduga, pengumuman soal calon- calon menteri itu sengaja dikeluarkan kubu Prabowo untuk dua tujuan. Pertama, mengkonsolidasikan dukungan dari partai pendukung. Penyebutan jatah menteri untuk partai pendukung Prabowo-Sandi, akan memberikan jaminan sehingga mereka tidak ragu all out memenangkan pasangan itu.
Kedua, dengan penyebutan nama Novel Baswedan dan Bambang Widjojanto, capres 02 hendak memperluas dukungan. Sebab, dua orang itu dikenal sebagai orang yang berintegritas dan pejuang antikorupsi. Ini seolah menjamin bahwa kabinet 02 nanti adalah kabinet yang profesional.
Baca juga : Batalkan Sanksi, Trump : Korut Sudah Menderita
Namun, minusnya, masyarakat akan melihat Prabowo takabur. Jumawa. Dia mendahului Tuhan. “Menang juga belum tetapi sudah bagi-bagi kekuasaan, politik dagang sapi,” ujar Adi, semalam.
Menurutnya, akan lebih baik jika konsolidasi itu untuk konsumsi internal saja. Hal ini, memang tidak akan berpengaruh bagi loyal voters atau pemilih fanatik Prabowo-Sandi. Namun, bagi pemilih rasional, langkah Prabowo dan BPN ini bisa membuat mereka lari.
Baca juga : Anies: Jangan Direndahkan, Mereka Saudara Kita Juga
“Mereka bisa berpikir bahwa politik Prabowo makin pragmatis, transaksional. Mereka bisa beralih menjadi swing voters,” ujarnya. Dia mengingatkan, Prabowo harus berhati-hati. “Ini bisa jadi blunder. Harta rampasan jangan dibagi-bagi sebelum perang usai,” tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.