Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak akan menjatuhkan sanksi baru untuk Korea Utara (Korut) karena negara itu sudah menderita. Pekan lalu, Trump menyampaikan cuitan mengejutkan dengan membatalkan sanksi terhadap Korut, padahal sudah direncanakan Departemen Keuangan.
"Mereka sangat menderita di Korea Utara. Mereka mengalami kesulitan. Saya berpikir sanksi tambahan tidak diperlukan. Bukan berarti saya tidak menjatuhkannya nanti, tapi saya berpikir sanksi tambahan pada saat ini tidak diperlukan," katanya, di Florida, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (30/3).
Baca juga : FAJAR SAKA : Kumpulkan Informasi, Kami Sudah Klarifikasi
Dia melanjutkan, meski pertemuannya dengan Kim Jong-un di Vietnam pada Februari lalu tak menghasilkan keputusan apa pun, tapi hubungannya dengan Kim masih sangat baik.
"Kami saling memahami. Saya pikir sangat penting Anda mempertahankan hubungan ini selama Anda bisa," kata Trump.
Baca juga : Bulog Lakukan Sortasi Beras Turun Mutu Di Sumsel
Pengumuman Trump mengherankan, karena sanksi telah ditetapkan untuk diumumkan pada tetapi ia menghentikannya. Meski demikian, AS pekan lalu menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan pelayaran China karena berurusan dengan Korut.
Kebijakan Trump terhadap Korut, sangat kontras dengan sikapnya terhadap musuh AS lainnya seperti Iran dan Venezuela, yang mana pemerintahannya telah menjatuhkan sanksi. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya