RM.id Rakyat Merdeka - Sentra Handayani, Unit Pelaksanan Teknis (UPT) di bawah Direktorat Rehabilitas Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan turut menyukseskan hajatan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2024.
Sentra Handayani akan memfasilitasi para Penerima Manfaat (PM) yang mempunyai kasus intoleransi, pemahaman radikal, hingga terorisme untuk dapat mencoblos 27 November nanti.
"Sebelumnya, Pemilihan Presiden pun kami memfasilitasi penerima manfaat untuk memilih. Misalnya, jika dia daftar pilihnya di tempat yang lain, kami usahakan untuk pindah. Kami menguruskan semua dokumen. Intinya tetap bisa menggunakan hak pilihnya," kata Pekerja Sosial Sentra Handayani Ahmad Zainal Mutakin, dalam keterangannya, Sabtu (23/11/2024).
Baca juga : Pasien Tak Perlu Lagi Berobat Ke Singapura
Lebih lanjut, Ahmad Zainal menyebut Sentra Handayani melakukan multilayanan melayani semua kebutuhan masyarakat. Dari mulai anak-anak, lansia, disabilitas, Korban Bencana dan Kedaruratan (KBK).
"Bahkan respons kasus aduan masyarakat hingga kasus viral. Pemilih di wilayah potensi konflik juga kami layani," tuturnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan, pihaknya juga mendukung proses rehabilitasi sosial bagi anak dan perempuan atau kelompok rentan terhadap paham intoleransi dan radikalisme.
Baca juga : Bappenas Tekankan Pentingnya Tata Kelola Pedesaan Adaptif
Ahmad Zainal melanjutkan, pihaknya juga bekerja sama dengan instansi-instansi terkait bukan menunggu aduan masyarakat tapi sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Dikatakan, fenomena krisis anak dan perempuan maupun kelompok rentan terhadap paham intoleransi dan radikalisme ini tidak bisa ditangani secara one man show.
Namun melibatkan seluruh stakeholders baik Pemerintah dan non-Pemerintah. Sejumlah instansi yang bekerja sama soal penanganan hukum di antaranya Kejaksaan, Polda, Polres, Polsek, NGO, KPAI, hingga pihak LSM dan lainnya.
Baca juga : Jelang Pilkada Dan Nataru, Bapanas Pastikan Harga Pangan Stabil
Dikatakan, sudah ada ratusan lebih penerima manfaat yang residensial mendapatkan layanan rehabilitasi.
"Belum yang di luarnya, seperti bentuk pendampingan. Jumlahnya ratusan lebih," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.