Sebelumnya
“Jagoan Golkar, pasangan petahana Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Artinya, KIM di Tangsel tidak solid, punya kepentingan politik masing-masing, dan bisa dipastikan negosiasi antara mereka deadlock. Jadi, wajar kalau Gerindra mengusung Riza Patria dan Marshel,” kata Adi.
Dia pun mengingatkan Gerindra, melawan pasangan petahana bukan perkara gampang. Pasalnya, Benyamin-Pilar, sudah punya bekal popularitas dan elektabilitas buah dari memimpin Tangsel. “Pasangan Riza-Marshel harus kerja keras untuk meningkatkan elektabilitas, dan bersaing secara kompetitif dengan petahana,” imbuhnya.
Di media sosial X, pembelaan Marshel atas kritikan netizen dan masyarakat ditanggapi secara beragam. Akun @Alfinfadhil26 menyatakan, Marshel hanyalah alat ungkit suara bagi calon pemimpin yang sebenarnya diusung Gerindra, yakni Ahmad Riza Patria.
Baca juga : Pendidikan Kok Masih Mahal
“Ini sih strategi pasangan yang sering banget dipakai. Wakilnya dari kalangan artis, untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas calon yang diusung,” cuitnya.
Akun @alviinptr menggaku salut dengan Marshel yang berani mengakui semua kekurangannya di masa lalu, dan terus berusaha memperbaiki diri. Menurut dia, hal itu jarang ada di pribadi calon pemimpin di era sekarang. “Marshel widianto! Rispek abangkuuu,” tulisnya.
Sementara itu, akun @jefrigro berpendapat, apapun pembelaan Marshel, dirinya masih sanksi bila Marshel bisa menjalankan roda birokrasi yang sangat rumit. “Diusungnya Marshel Widianto sebagai Wakil Wali Kota Tangsel, makin menunjukan kualitas pemerintahan kita masuk zona degradasi,” ujarnya.
Baca juga : Banyak Warga Miskin Tak Kebagian Bansos
Akun @AlWiart menilai, Marshel tidak perlu sampai di bully di medsos atau dihujat oleh publik. Sebab, yang menyeret Marshel ke bursa Pilkada adalah partai politik.
“Sebetulnya, bukan soal Marshel yang pernah bermasalah. Kan emang banyak orang bermasalah di negeri ini. Inti persoalannya, ada pada partai atau orang-orang yang mengusung. Betapa bodoh dan piciknya mereka, sehingga pribadi Marshel di masa lalu diungkit-ungkit oleh publik. Mereka meremehkan kita yang masih yang bisa berpikir logis,” tuturnya.
Senada, akun @digitalnetizen mengaku tidak peduli dengan bunyi pembelaan Marshel. Dia hanya bertanya-tanya soal alasan Partai Gerindra memilih Marshel, dari banyaknya kader yang lebih berpengalaman. “Tetap saja saya heran, apa sih alasan Gerindra pilih Marshel jadi calon Wakil Wali Kota Tangsel?” tandasnya.
Baca juga : Duel Pelampiasan Dendam Kesumat
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 9 Juli 2024 dengan judul Dihujat Netizen Gara-gara Maju Pilkada Tangsel, Marshel: Kan Nggak Ngambil Hak Orang Lain
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.