BREAKING NEWS
 

Koalisi Indonesia Maju

Permanen Di Atas, Mencair Di Bawah

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Jumat, 26 Juli 2024 08:20 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, Idrus Marham saat jumpa pers di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/7/2024). (Foto: Aristo/JPNN.com)

 Sebelumnya 
Soal perbedaan penentuan calon kepala daerah, Idrus menilai justru hal tersebut memperkuat demokratisasi dalam internal KIM. Kata dia, koalisi permanen itu bukan berarti penyeragaman.

“KIM tetap menjamin proses demokratisasi yang ditandai dengan perdebatan-perdebatan konseptual dalam rangka mendistribusikan posisi-posisi,” paparnya.

Mantan Menteri Sosial ini mengungkapkan, perbedaan itu pada akhirnya sama. Yaitu, dalam rangka menjamin efektivitas kepemimpinan Prabowo-Gibran ke depan.

Baca juga : Golden Visa Untuk Good Quality Travelers

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menilai wajar bila soliditas KIM di pusat dan daerah berbeda. Kondisi ini terjadi karena perbedaan kepentingan di masing-masing daerah.

Di Jakarta, Jabar dan Banten misalnya, dua partai politik KIM ingin mengusung kadernya sendiri. Tentu tidak bisa memaksakan harus paralel, tidak bisa memaksakan harus satu frekuensi di pilkada.

“Karena beda kepentingan. Pilpres sudah beres, pileg sudah selesai. Pilkada pasti parpol punya kepentingan masing-masing di daerah,” jelas Ujang, saat dikontak Rakyat Merdeka, Kamis malam.

Baca juga : Tumbuh Selektif Dan Prudent, BRI Cetak Laba Rp 29,90 Triliun

Ujang menambahkan, sejak jauh hari telah menganalisis bahwa koalisi di tingkat pusat tidak akan sejalan dengan di daerah. “Kalau ada kesamaan, itu hanya kebetulan saja, karena memiliki kepentingan yang sama. Kalau beda kepentingan, ya beda juga koalisinya,” ujarnya.

Ujang berpendapat, pada dasarnya setelah Pilpres, koalisi yang terbentuk cenderung bubar. Bukan hanya KIM, koalisi pendukung Paslon lain di Pilpres lalu juga bernasib sama. Kubu 01 dan 03, kata dia, juga bubar. Karena memang sejatinya, koalisi Pilpres sudah tidak ada, sudah bubar.

“Mungkin KIM tidak bubar karena pemenang. Kalau bicara Pilkada, ya semua cair, dinamis, koalisi acak. Koalisi pragmatis, koalisi berbasis kepentingan yang sama. Kalau berbeda, ya beda koalisi,” pungkasnya.

Baca juga : Titi Anggraini: Kerumitan Pemilu Itu, Sangat Bisa Dikurangi

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 26 Juli 2024 dengan judul Koalisi Indonesia Maju, Permanen Di Atas, Mencair Di Bawah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense