RM.id Rakyat Merdeka - Co-Founder Cakra Manggilingan Institute, Agus Zaini menyoroti Kontestasi Pilkada Depok 2024 yang dikuti oleh dua pasanan calon (Paslon) Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq dan Supian Suri-Chandra Rahmansyah.
Hal ini, tidak terlepas dari kedua paslon tersebut kontras mengusung tagline yang berbeda sangat tajam. Imam-Ririn dengan "lanjutkan", sedangkan Supian-Chandra meyakini Depok harus ada "perubahan" atau "Perubahan Depok Maju".
Menurut Agus Zaini, tagline "melanjutkan" apa yang sudah dialami Kota Depok dalam 20 tahun terakhir rasanya menjadi absurd alias tidak logis.
"Pembangunan infrastruktur yang terkesan asal-asalan, integrasi layanan transportasi publik (bus, kereta api) yang tidak pernah terwujud, dan lingkungan yang kurang ramah penghijauan memperburuk wajah kota Depok saat ini," ujar Agus Zaini dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (11/09/2024).
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Rabu 11 September Hadir Di Metropolitan Mall
"Artinya, tak ada alasan yang masuk akal untuk memilih dan membiarkan rezim lama, yang telah membuat Kota Depok jauh tertinggal dibanding dengan kota-kota sekitarnya," imbuhya.
Bahkan kata Agus Zaini, sebagaimana dikutip dari BPS Kota Depok saat ini tercatat 35,78 persen penduduknya tak punya pekerjaan alias jobsless, dan persentase penduduk miskin masih di angka 10-15 persen.
"Di situlah letak anomalinya. Kenapa Depok stagnasi? Beton-beton yang menancap di Depok bukannya mendongkrak pertumbuhan, malah terkesan hanya sekedar jejeran bangunan yang bikin sumpek kota," jelasnya.
Agus Zaini bahkan mempertanyakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok selama ini, dengan populasi penduduk yang cukup padat, yakni mencapai 2.123.350 jiwa.
Baca juga : Semarakkan Hari Pelanggan Nasional, Pelita Air Hadirkan Berbagai Kegiatan Khusus
Di tengah masih banyak ditemukan infrastruktur yang tidak merata, drainase yang buruk, bejibunnya jalan rusak, permasalahan sampah yang tidak tuntas, termasuk berbagai fasilitas publik yang tidak memadai.
Lebih jauh Agus Zaini mengungkapkan, kondisi di Kota Depok tersebut diperlukan sosok pemimpin yang dapat memberikan perubahan untuk Depok lebih maju.
Depok yang lokasinya sangat strategis, berdampingan dengan pusat ekonomi seperti Jakarta, semestinya bisa jadi area potensial bagi pertumbuhan ekonomi, dengan syarat adanya dukungan kebijakan yang tepat, dan pengelolaan investasi yang cerdas.
"Artinya tidak ada alasan lagi untuk menolak perubahan, dengan tidak memilih 'kelompok" lama, yang bertahun-tahun sangat menikmati Depok menjadi kota eksklusif bagi kepentingan kelompoknya sendiri," terangnya.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Rabu 3 September Hadir Di Metropolitan Mall
Diketahui, 12 partai politik (parpol) di antaranya Gerindra, PDIP, Demokrat, PKB, PAN, PPP, NasDem, Perindo, Gelora, Partai Umat, Partai Buruh, dan PSI bersama-sama menyatu dalam Koalisi Perubahan Depok Maju, yang mengusung Supian Suri sebagai calon wali kota dan Chandra Rahmansyah sebagai calon wakil wali kota.
Agus Zaini menilai, semangat perubahan inilah yang menjadi perekat menyatunya 12 partai politik yang mengusung Paslon Supian-Chandra. Tercatat sebanyak 30 kursi parlemen kota menjadi modal dasar Koalisi ini atau senilai dengan dengan 676.186 suara atau sekira 60 persen.
Modal yang cukup besar untuk mengawali sebuah harapan besar yang disebut dengan perubahan. Ditambah dengan profil Paslon Supian-Chandra yang merupakan kombinasi birokrat dengan pengusaha yang berlatar belakang aktivis.
"Kombinasi karakter Supian dan Chandra ini tentu akan memberikan dampak yang positif bagi percepatan penataan kembali Kota Depok. Karena, jika tidak segera melakukan penataan, bisa jadi Depok hanya sekedar menjadi kota lintasan, bukan kota tujuan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.