BREAKING NEWS
 

Pilwalkot Tarakan

5 Parpol Gurem Koalisi Melawan Calon Tunggal

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ERWIN TAMSAL
Rabu, 18 September 2024 07:30 WIB
Ilustrasi Pilkada 2024

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan melawan pasangan calon (paslon) kepala daerah tunggal terus bermunculan. Kali ini di Tarakan, lima partai politik (parpol) non parlemen atau gurem berkoalisi memenangkan kotak kosong di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) 2024

Kelima parpol non parlementersebut adalah Partai Ummat, Partai Gelora, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Garuda dan Partai Bulan Bintang (PBB). Kelimanya bertekad melawan paslon tunggal Calon Wali Kota (Cawalkot) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawalkot) Tarakan, Khairul-Ibnu Saud.

Pasangan Khairul-Ibnu Saud, dengan jargon “Kharisma” di­usung 13 parpol, baik parlemen maupun non parlemen. Yaitu, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), PKB, PKS, Hanura, PPP, Partai NasDem, PAN, Partai Golkar, PSI dan Perindo.

Ketua Parpol Koalisi Non Parlemen untuk Kotak Kosong, Lukman Ambo Lala menyatakan, gerakan melawan paslon tunggal murni inisiatif lima par­pol non parlemen. Dia memastikan, tidak ada pihak lain yang menunggangi gerakan ini.

“Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan bukanlah yang menung­gangi kotak kosong ini,” tegas Lukman dalam keterangannya, Selasa (17/9/2024).

Menurut Lukman, keberadaan parpol non parlemen yang membentuk koalisi untuk kotak kosong, memiliki perjalananyang panjang. Termasuk, menghimpun aspirasi dan suara masyarakat yang berada di akar rumput.

Baca juga : Beringin Pede Dapat Lebih Dari 5 Menteri

“Ini adalah aspirasi masyarakat yang kami himpun menjadi rela­wan yang saat ini dinaungi dan dipayungi melalui parpol koalisi ini,” ucap Lukman.

Wakil Ketua Koalisi Parpol Non Parlemen untuk Kotak Kosong, Dostian menambah­kan, gerakan ini berawal dari diskusi biasa dan berkembang melalui WhatsApp Group dan akhirnya serius.

Dostian mengatakan, masyarakat menginginkan ada alter­natif calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota. Menurut dia, Kotak kosong merupakan alter­natif yang baik dalam pemilihan wali kota (Pilwakot) Tarakan.

“Kami bertekad kotak kosong bisa menang dalam Pilwalkot Tarakan 2024. Jadi akan ada kontestasi baru,” kata Dostian dalam keterangannya, Selasa (17/9/2024).

Adsense

Bagaimana tanggapan tim paslon tunggal “Kharisma”? Ketua Tim Parpol Koalisi Kharisma, Herman Hamid mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan munculnya gerakan parpol nonparle­men yang berkoalisi untuk kotak kosong di Pilwalkot Tarakan.

“Hidup ini adalah pilihan. Di dalam politik kita sebagai warga negara mempunyai hak dan diberikan ruang oleh undang-undang untuk memilih,” kata Herman dalam keterangannya, Selasa (17/9/2024).

Baca juga : Ramai Perang Gagasan Sekolah Swasta Gratis

Dia menegaskan, parpol koalisi yang beranggotakan 10 parpol parlemen dan 2 parpolnon par­lemen, sangat optimis Kharisma kembali akan memimpin kota Tarakan. Saat ini, kata Herman, parpol koalisi fokus pada kerja pemenangan Kharisma.

“Di antaranya, kami men­sosialisasikan program kerja dan visi misi Kharisma di kon­testasi Pilwalkot Tarakan 2024,” ujarnya.

Tim Kharisma, kata Herman, bersama relawan juga akan berjuang habis-habisan dalam memenangkan pasangan ini. Kharisma, kata dia, memiliki tawaran yang jelas tentang apa yang akan dilakukan untuk masyarakat dan Kota Tarakan ke depan.

“Kami menghargai mereka punya cara, kami juga punya cara,” imbuhnya.

Herman menegaskan, sebagai Anggota DPRD Kota Tarakan, ada harapan masyarakat yang harus diperjuangkan. Yaitu, ke­jelasan program dan visi untuk masyarakat 5 Tahun ke depan.

“Itulah yang akan kami kawal dan perjuangkan agar terealisasi. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas Herman.

Baca juga : Tambang Migas Sukses Bikin Rakyat Sejahtera

Tim parpol koalisi Kharisma, kata dia, juga tidak merasa ter­ganggu dengan adanya gerakan lain, termasuk gerakan kotak kosong. Bahkan, dia menilai, kotak kosong bukanlah pilihan ideal bagi masyarakat.

“Ke mana masyarakat ke depannya harus mengadukan harapannya?” tanya dia.

Herman menegaskan, mesin parpol khususnya melalui Anggota DPRD yang memiliki basis konstituen akan mulai bergerak massif setelah tahapan penetapan paslon pada 22 September 2024. Tim parpol koalisi, lanjut dia, telah menyatukan komitmen untuk memenangkan pasanganKharisma di Pilwalkot Tarakan.

“Saat ini kami masih pelan, karena baru selesai orientasi,dan harus menyelesaikan alat kelengkapan dewan,” pung­kasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense