BREAKING NEWS
 

Banteng Tak Perlu Panik Dengan Gerakan Kotak Kosong Di Pilkada Brebes

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Minggu, 6 Oktober 2024 15:48 WIB
Gerakan Kotak Kosong Pilkada Brebes. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilkada Brebes berlangsung dengan calon tunggal. Gerakan mencoblos kotak kosong pun kian gencar di kabupaten paling barat di Jawa Tengah ini.

Salah satu pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Sukirso, gerah lantaran gerakan ini terus mendapat dukungan publik. Kegerahan Sukirso viral lewat video di media sosial.

Dalam video tersebut, Sukirso menilai, calon kepala daerah yang tidak lolos verifikasi mencoba menggerakkan dukungan memenangkan kotak kosong.

Kata Sukirso, para calon yang gagal sudah memahami aturan Pilkada. Namun kini mendorong masyarakat memilih kotak kosong sebagai bentuk protes.

"Ini bukan soal administrasi pendaftaran saja, tapi juga soal kepentingan politik pribadi. Mereka yang menggerakkan kotak kosong ini tidak punya pendirian yang jelas," ujar Sukirso.

Baca juga : Survei LSI: Calon Penantang Bisa Kalahkan Petahana Di Pilkada Cilegon

Menanggapi ini, salah satu tokoh masyarakat yang juga penggerak sosialisasi kotak kosong, Asrofi prihatin dengan suasana Pilkada Brebes 2024.

Dia mengimbau pengurus PDI Perjuangan dan seluruh partai politik pengusung calon tunggal tak perlu panik.

"Kalau yakin menang, tak perlu gerah. Mari tawarkan gagasan saja kepada rakyat Brebes," kata Asrofi dalam keterangannya, Minggu (6/10/2024).

Adsense

Gerakan Kotak Kosong Brebes menilai, rakyat Brebes sudah melek demokrasi dan politik. Sehingga, tak heran gerakannya mendapat dukungan massif.

"Masyarakat sudah melek politik, sehingga menyikapi fenomena baru di Pilkada Brebes, masyarakat langsung menjustifikasi diduga terjadi politik transaksional," kata Asrofi.

Baca juga : KI Pusat Kaji Integrasi Perlindungan Data Dan Keterbukaan Informasi Di Kanada

Asrofi menegaskan bahwa saat ini sebagian masyarakat turut kecewa dengan partai politik di Brebes. Publik juha merasa tak puas dengan kepemimpinan dua periode sebelumnya.

Masyarakat Brebes yang sebagian besar petani merasa kecewa, program yang diusung pasangan calon banyak kesamaan dengan bupati yang lalu, yang dianggap masyarakat tak berhasil.

"Masyarakat kecewa dengan politik dinasti, ditambah pasangan calon dalam kampanye menyampaikan akan menstabilkan harga bawang 13 ibu padahal HPP bawang di atas 15 ribu," sebutnya.

"Jadi jangan salahkan kotak kosong menjadi solusi demi hidupnya demokrasi di Brebes. Kotak kosong menang, Pilkada ulang," pungkasnya.

Diketahui di Pilkada Brebes, pasangan calon tunggal yaitu Paramitha Widya Kusuma-Wurja memperoleh dukungan dari 12 partai politik seperti PDI Perjuangan; Gerindra; Golkar; PAN; PKB; Demokrat; PKS; Perindo; NasDem; PPP; dan Partai Buruh.

Baca juga : 3 Harapan Penanggulangan Merokok Ke Pemerintah Baru

Di Kabupaten Brebes, aksi gerakan dukungan untuk kotak kosong kian gencar. Selain ramai di media sosial, dukungan juga masif lewat aksi vandalisme, coretan, hingga poster dan baliho di jalan raya.

Sementara itu, Paramitha menyatakan optimismenya bakal memenangkan Pilkada 27 November mendatang. "Kami yakin dengan dukungan penuh ini, dapat memenangkan Mitha-Wurja," ucap Mitha.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense