BREAKING NEWS
 

Survei Pilkada Kukar:

Elektabilitas Dendi-Alif 60,8 Persen, Ungguli Petahana Dan Independen

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Sabtu, 12 Oktober 2024 09:16 WIB
Calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Dendi Suryadi dan Alif Turiadi. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Survei juga mencatat bahwa 74,6 persen masyarakat Kukar menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama dalam menentukan pilihan kepala daerah. Sementara itu, 71,6 persen responden mengandalkan obrolan dengan teman, keluarga, dan kerabat sebagai sumber informasi yang signifikan.

"Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi informal tetap menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan pemilih," kata Togu.

Dia merinci, tingginya elektabilitas pasangan Dendi Suryadi dan Alif Turiadi dapat dijelaskan melalui beberapa faktor. Pertama, tingkat kesukaan masyarakat yang sangat tinggi, mencapai 78,8 persen.

Baca juga : Pilkada Kudus 2024, REQComm: Elektabilitas Sam'ani-Bellinda di Medsos Tertinggi

"Selain itu, survei mencatat bahwa 70,2 persen masyarakat Kutai Kartanegara berharap adanya pemimpin baru yang dapat membawa perubahan. Dua faktor ini menjadi alasan kuat yang mendasari tingginya elektabilitas pasangan Dendi Suryadi dan Alif Turiadi," paparnya.

Dijelaskan, hasil survei ini mencerminkan perubahan sentimen yang signifikan di kalangan masyarakat Kutai Kartanegara. Pasangan calon Dendi Suryadi dan Alif Turiadi dianggap sebagai simbol harapan masyarakat untuk memperoleh pemimpin yang dapat memberikan inovasi dan perubahan yang dibutuhkan.

Secara keseluruhan, lanjutnya, masyarakat tampaknya menginginkan seorang pemimpin yang mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi daerah. Terutama dalam bidang pertanian dan infrastruktur, guna meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca juga : Survei IPO Di Pilgub NTB, Elektabilitas Iqbal-Dinda Teratas

Jumlah sampel yang terlibat dalam survei ini mencapai 1.400 responden, yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,62 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

"Angka ini menunjukkan bahwa hasil survei dapat diandalkan untuk menggambarkan preferensi pemilih di wilayah tersebut," demikian Togu.

Pengamat politik Nahdaltul Ulama Rikal Dikri menilai, hasil survei ini menyatakan bahwa Edi Damansyah dan Rendi Solihin sebagai pasangan calon petahana sangat rapuh. "Sangat berpotensi dikalahkan," kata Rikal.

Baca juga : Survei LKPI: Elektabilitas Helldy-Alawi Kalahkan 2 Paslon Di Pilkada Cilegon

Menurutnya, ada sejumlah indikator mengapa petahana bisa kalah. Pertama, kesukaan pemilih terhadap petahana dibawah 55 persen dari pemilih yang kenal kepada petahana kedua kepuasaan terhadap kinerja Edi Damansyah-Rendi Solihin sebagai bupati dan Wakil bupati dibawah dibawah 30 persen.

"Ketiga, pemilih yang ingin Edi Damansyah-Rendi Solihin kembali menjabat sebagai bupati dan Wakil bupati periode berikut hanya di bawah 35 persen," ujar Rikal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense