RM.id Rakyat Merdeka - Dua Anggota DPRD Kabupaten Banggai, Lutpi Samaduri dan Suwardi, melaporkan dugaan persekusi dan penganiayaan yang dialami keduanya di Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai pada Sabtu (5/4/2025).
Laporan keduanya ditandai dengan surat tanda penerimaan laporan STPL/26-a/IV/2025/Res Bgi/Sek-Toili dan LP/B/260/IV/2025/SKPT/POLRES BANGGAI/POLDA SULTENG.
Menurut Lutpi, peristiwa penganiayaan yang dialaminya terjadi pada pukul 03.00 Wita. Saat itu Lutpi berada di rumah mertuanya.
Kemudian, tiba-tiba pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang merampas map berisi dokumen yang berisikan daftar pemilih tetap (DPT) dan hasil cetak materi survei.
Baca juga : Cegah Tindak Kriminal, Kapolri Minta Masyarakat Yang Mudik Info Ke Polisi
Lutpi menduga, pelaku mencurigai adanya aktivitas politik uang di rumah tersebut. Mereka bahkan melakukan razia serta memeriksa kendaraan yang ada, tapi tidak menemukan bukti yang dicari.
“Awalnya mereka hanya memantau, tetapi tiba-tiba mereka memeriksa mobil dan masuk ke rumah,” ujar Lutfi, dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).
Penolakan Lutfi untuk menyerahkan dokumen DPT dan materi survei yang berada di dalam mobilnya berujung kekerasan.
Politisi Partai Gerindra itu mengaku dicekik oleh salah satu pelaku hingga bajunya robek. Kelompok tersebut akhirnya membubarkan diri setelah tidak menemukan bukti atas dugaan mereka.
Baca juga : DPD Perkuat Peran Politik Perempuan
Sementara itu, satu korban lain, Suwardi, juga mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan. Peristiwa terjadi bertepatan dengan yang dialami Lutpi, tapi lokasinya berbeda.
Suwardi juga telah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Suwardi yang juga politisi Partai Gerindra itu membeberkan kronologis kejadian yang menimpanya sekitar pukul 6.30 Wita di Desa Tanah Abang, Kecamatan Toili.
Saat itu Suwardi sedang berada di dalam kamar mandi. Kemudian datang sekelompok warga yang langsung mendobrak pintu kamar mandi dan memaksanya untuk keluar.
Namun, Suwardi menolak untuk keluar karena kondisi sedang tanpa busana. Kemudian setelah keluar, pelapor ini dipaksa untuk mengeluarkan semua isi barang-barang milik pelapor dari dalam tas hingga digeledah.
Baca juga : Sidang Sengketa Pilkada Kabupaten Serang, Ini Pandangan Guru Besar UMJ
Berikutnya, saat korban berada di ruang tamu, terlapor yang mengenakan masker dan topi langsung menarik baju pelapor dan mendorong pelapor untuk keluar agar disaksikan oleh warga.
Atas insiden yang tidak mengenakan ini, Suwardi dan Lutpi merasa keberatan.
Keduanya mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.