Sebelumnya
Lembaga survei harus mampu menjelaskan metodologi dan metode pengambilan sampel dalam survei yang mereka lakukan. Mereka harus memastikan kepada publik bahwa sampel yang dicuplik tidak bias, sebarannya sesuai demografi, dan benar-benar mewakili populasi.
Baca juga : Politisi Muda, Tunjukkan Aksimu
Jadi, dalam rilis yang dilakukan, tidak hanya menampilkan angka-angka bahwa calon tertentu unggul. Tampilkan juga secara gamblang metodologi yang mereka gunakan, dan sampel-sampel yang mereka cuplik. Agar publik tercerahkan, bahwa perbe daan hasil survei hal yang wajar karena perbedaan metodologi dan cara peng ambilan sampel.
Baca juga : Plus & Minus Terbuka & Tertutup
Harus dijelaskan pula bahwa berbohong dengan statistik itu sangat berisiko bagi lembaga survei. Sebab, jika ada yang nekat menggunakan itu, kredibilitas lembaga survei itu akan hilang. Lembaga survei itu juga bisa dikeluarkan dari asosiasi karena dianggap telah melanggar kode etik.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.