RM.id Rakyat Merdeka - Cukup banyak problem yang sudah diungkap Presiden Prabowo di seratus hari pertama pemerintahannya. Kita berharap, segera ada tindak lanjut serius yang terkoordinasi dan berkesinambungan. Ada perbaikan positif.
“Belanja masalah” yang dilakukan Presiden di seratus hari pertamanya diharapkan bisa menemukan titik masalahnya sehingga bisa langsung tancap gas.
Yang perlu diperhatikan, antara penegasan dan tekad Presiden seringkali ada gap dengan realitas di lapangan.
Baca juga : Ramuan Isu-isu Heboh
Tekad Presiden tidak akan berjalan baik kalau para pembantunya, mulai dari menteri sampai level terbawah pemerintahan tidak mengindahkan instruksi Presiden.
Jangan sampai ada menteri yang berseberangan dengan Presiden seperti yang sempat heboh beberapa waktu lalu.
Jangan sampai ada kepala desa atau lurah yang “berdebat” dengan menteri. Jangan sampai ada kepala dinas yang diam-diam “bermain mata”.
Baca juga : Menunggu Efek Rp 306 Triliun
Banyak sekali mata rantai yang berpotensi menjadi “bottleneck” yang perlu ditertibkan. Karena itu, langkah presiden yang akan turun langsung mengawasi berbagai problem tersebut layak diapresiasi.
Kebijakan untuk turun langsung ini bisa disebut sebagai “pengawasan melekat” yang sempat popular di era Soeharto. Kita berharap, ini akan berhasil.
Yang terbaru, Jumat (31/1) Presiden memerintahkan supaya aset-aset negara yang dikuasai pihak-pihak tertentu, segera dikembalikan dan dikuasai negara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.