RM.id Rakyat Merdeka - Ini bagus kalau benar-benar terwujud. Kementerian Ketenagakerjaan memastikan para korban Pemutusan Hubungan Kerja dari PT Sritex akan mendapatkan pesangon dan pekerjaan baru.
Janji ini menjadi udara segar di tengah pengapnya nasib sepuluh ribu lebih karyawan perusahaan yang berlokasi di Solo tersebut. Di awal bulan ini, mereka berstatus di-PHK.
Baca juga : Lari Kencang Dengan Trust
Badai PHK ini bukan hanya menimpa Sritex. Sekitar 60 perusahaan tekstil lainnya tengah diintai hantu PHK.
Karyawan pabrik sepeda motor, restoran ayam goreng asal Amerika Serikat, Perusahaan alas kaki, dan yang belum lama ini, Sanken, masuk di barisan yang terancam bahkan sudah ada yang di PHK. Korban dari rangkaian PHK tersebut mencapai ratusan ribu orang.
Baca juga : Stok Dan Sisa Makanan
Yang heboh sekarang, Sritex. Apalagi ada bumbu-bumbu politik, membuat kasusnya kian mengundang perhatian dan diskusi.
Sritex yang didirikan tahun 1966 oleh Haji Muhammad Lukminto (almarhum) pernah mengalami era kejayaan. Berawal dari UD Sri Rejeki, sebuah kios kecil di Pasar Klewer, Kota Solo, Lukminto akhirnya bisa mendirikan perusahaan tekstil yang berkembang pesat.
Baca juga : Berakhirnya Kesetiaan
Banyak alasan yang membuat perusahaan ini bangkrut. Sampai akhirnya mengakhiri kiprah panjangnya di ujung Februari 2025.
Sekarang, yang penting, bagaimana membantu para korban PHK tersebut. Misalnya, melalui bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai. Bantuan ini bisa menambal kebutuhan-kebutuhan dasar selama bulan Ramadan dan Lebaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.