BREAKING NEWS
 

Menyejahterakan Buruh/Pekerja

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Jumat, 2 Mei 2025 07:09 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu kesejahteraan buruh selalu ramai dibahas setiap tahun. Terlebih saat pembahasan kenaikan upah di akhir tahun dan peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day. Langkah yang dilakukan pemerintah selama ini adalah dengan menaikkan upah secara konsisten setiap tahun--meskipun dengan persentase yang berbeda-beda, tergantung pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan kondisi lainnya.

Apakah menaikkan upah cukup menjawab isu itu? Ternyata, tidak. Buktinya sudah terlihat jelas, kenaikan upah tidak serta-merta mengubah nasib dan kehidupan para buruh. Bahkan, ketika terjadi kenaikan upah sebesar 43,87 persen pada awal periode Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta di 2013, nasib buruh sampai saat ini masih “gitu-gitu” aja. Belum ada perubahan signifikan.

Hal ini terjadi, karena di saat yang sama pengeluaran buruh juga naik. Inflasi terjadi setiap tahun dengan angka yang tinggi. Biaya hidup konsisten naik. Mulai dari harga pangan, sewa kontrakan, ongkos transportasi, harga BBM, biaya pendidikan, biaya kesehatan, semua naik. Dengan kondisi ini, kenaikan upah yang diterima buruh menjadi impas. Angka kenaikan upah dipakai untuk menutupi kenaikan biaya hidup.

Baca juga : Mewujudkan Swasembada Selain Beras

Untuk itu, agar buruh bisa hidup lebih sejahtera, solusinya bukan hanya kenaikan upah. Pemerintah harus bisa mencegah kenaikan biaya hidup mereka. Agar upah yang mereka terima saat ini, ada lebihnya untuk ditabung atau dipakai usaha lain.

Adsense

Saat ini, sudah ada beberapa program yang bisa meringankan beban hidup buruh. Seperti ada Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak, ada BPJS Kesehatan, ada bantuan sosial, dan sejenisnya. Namun, hal ini belum cukup. Sebab, ada biaya besar lain yang masih harus ditanggung buruh. Di antaranya biaya pangan keluarga, biaya rumah (baik kontrakan maupun cicilan KPR) dan biaya transportasi.

Untuk meningkatkan taraf hidup buruh, biaya-biaya seperti ini harus bisa ditekan. Caranya, dengan menstabilkan harga pangan, agar tidak terus-menerus naik secara berkala. Untuk rumah, realisasi program rumah murah untuk rakyat kecil harus digenjot. Sedangkan untuk transportasi, konektivitas transportasi umum yang murah sangat penting. Moda transportasi ini harus bisa menjangkau sampai “ke depan” rumah buruh. Sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk sampai ke perusahaan/pabrik.

Baca juga : Pilkada Yang Diulang-ulang

Selain itu, menjaga iklim usaha juga penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan buruh. Dengan adanya perusahaan yang sehat, tenaga kerja akan terserap dengan baik. Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan berkurang. Para buruh pun diharapkan dapat bekerja dengan tenang dan fokus.

Untuk mencapai hal ini, Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dunia usaha dan buruh juga harus terlibat. Pemerintah yang membuat regulasi dan menjadi iklim usaha, dunia usaha menjalankan bisnis dengan baik, serta buruh yang bekerja sungguh-sungguh dalam menghasilkan produk berkualitas baik.

Dengan langkah ini, semoga ke depan nasib dan kehidupan buruh bisa menjadi lebih baik. Bisa punya rumah yang layak, kendaraan yang baik, dan menyekolahkan anak-anak mereka sampai perguruan tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense