Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Produksi beras kita tahun ini sedang sangat baik. Dalam triliwulan pertama, panen raya terjadi di mana-mana. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sudah di atas 3 juta ton. Jauh di atas batas aman, yang sebesar 2 juta ton. Dengan keberhasilan ini, Pemerintah pede Indonesia sudah mencapai swasembada beras. Banyak pihak memuji hal ini.
Publik patut ikut senang dengan hal ini. Dengan berhasil swasembada, Indonesia tidak akan pusing dalam memenuhi pasokan beras di tengah kondisi global yang masih gonjang-ganjing. Saat ini, kalau kekurangan beras, akan sangat repot. Sebab, negara-negara produsen sedang mengerem ekspor demi mengamankan pasokan dalam negeri.
Keberhasilan meningkatkan produksi ini seyogyanya diikuti dengan komoditas-komoditas lain. Saat ini, masih banyak bahan pangan lain yang sebagiannya dipenuhi melalui impor. Seperti bawang putih, kedelai, dan gandum. Bahkan, sebagian buah-buahan juga, terutama jeruk, apel, dan kelengkeng, banyak yang berasal dari impor. Demikian pula dengan gula putih, hampir setiap tahun kita harus impor untuk menutupi kekurangan stok.
Baca juga : Pilkada Yang Diulang-ulang
Kita tidak boleh menyerah dengan kondisi geografis dalam memproduksi komoditas tersebut. Jangan lagi percaya dengan “mitos” bawang putih tidak tumbuh baik di Indonesia, gandum tidak cocok di Indonesia, atau kedelai kurang optimal ditanam di sini.
Untuk mengatasi hal itu, jawabanya adalah inovasi dan teknologi. Kita bisa mencontoh China dalam melakukan hal itu. Di China, gurun pasir yang gersang saja bisa ditanami, dan pohonnya tumbuh subur. Hal itu karena kesungguhan, keseriusan, keuletan mereka dalam berinovasi dan menciptakan teknologi yang tepat.
Indonesia ini sangat subur. Peribahasa menyebutkan, tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman. Rasanya, tidak mustahil untuk menanam dengan baik bawang putih, gandum, kedelai, dan komoditas lainnya di dalam negeri. Selama ada kemauan dan tekan, dengan inovasi dan teknologi, kita bisa swasembada komoditas-komoditas tersebut.
Baca juga : Hukuman Ekstra Hakim Korupsi
Kedelai, gandum, dan bawang putih sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat kita banyak mengkonsumsi tempe dan tahu, yang bahan utamanya adalah kedelai. Saat terjadi lonjakan harga kedelai, harga tempe tahu akan naik. Bukan hanya itu, kadang juga menjadi langka. Banyak masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, menjadi korban atas hal ini.
Gandum juga demikian, menjadi salah satu bahan pangan penting di masyarakat. Pembuatan kue, roti, sampai gorengan, membutuhkan tepung gandum. Kita tidak boleh terus-terusan bergantung pada impor untuk pemenuhan komoditas ini.
Jika kita bisa meningkatkan produksi komoditas-komoditas tersebut, layaknya pada beras, tentu akan lebih baik. Hal itu akan membuat Indonesia lebih mandiri dan tangguh di bidang pangan. Posisi Indonesia pun akan semakin diperhitungkan dunia. Semoga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.