BREAKING NEWS
 

“Kecil Dan Mengguncang”

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Kamis, 25 September 2025 06:22 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada pejabat yang “seenaknya” menggunakan sirene di jalan raya. Ada pejabat yang marah lalu melempar gagang mikrofon di acara resmi. Ada pula anggota DPRD yang sesumbar ingin merampok uang rakyat supaya negara ini tambah miskin.

Pekan lalu, juga ada walikota yang mencopot kepala SMPN. Penyebabnya, kepala sekolah tersebut menegur anak walikota yang membawa mobil ke sekolah. Seluruh murid protes. Kepala sekolah tidak jadi dimutasi.

Kasus-kasus ini menggambarkan ada “sesuatu” yang sedang tumbuh dan berkembang di bangsa ini. Penggunaan sirene misalnya, ini bukan sekadar masalah kebisingan di jalan atau masalah “kami lebih penting dibanding kalian”.

Ini menggambarkan adanya kelompok masyarakat yang tidak lagi mau diam. Masyarakat yang merasa bahwa tatanan sosial yang selama ini dianggap biasa, sudah tidak lagi relevan.

Baca juga : Indonesia Kembali!

Ini mencerminkan masyarakat yang semakin menyadari hak-haknya. Masyarakat yang merasa bahwa hubungan antara pejabat dan rakyat perlu dikalibrasi ulang.

Mereka mempertanyakan hal-hal yang selama ini dianggap “wajar”. Berbicara lantang di jalanan atau di media sosial. Ada yang menyebut kelompok ini sebagai “kelas menengah yang brisik”.

Apa pun sebutannya, fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Butuh rasa empati dan sensitifitas dari para pejabat. Mereka juga butuh pembuktian.

Adsense

Demo besar akhir Agustus-awal September lalu misalnya, harus mendapat atensi serius. Jangan dianggap “semuanya sudah beres karena tensinya sudah turun”.

Baca juga : Kepercayaan Yang Ternoda

DPR misalnya, jangan merasa “badai sudah berlalu”. Dialog terbuka dan responsif perlu tetap dijalankan lebih serius dan intensif. Jangan menunda atau mengulur-ulur waktu.

Mengabaikan protes atau meremehkan segala tuntutan rakyat bisa menyuburkan ketidakpercayaan rakyat. Bisa melahirkan aksi yang lebih keras dan masif.

Di masa yang segalanya bisa terjadi, kasus yang tampaknya sepele bisa tiba-tiba menjadi sangat penting dan menentukan. Terkadang, hal-hal kecil, bisa mengguncang. Kepleset satu kata saja dari seorang pejabat bisa menjadi persoalan besar.

Kasus sirene misalnya, memang terlihat “sederhana”. Namun, itu bisa mencerminkan hal yang lebih besar: masalah-masalah sosial serta banyaknya persoalan yang tersembunyi dalam berbagai bentuk kebijakan.

Baca juga : “Api” Kecil, Dampak Besar

Beberapa kasus “kecil” yang tiba-tiba membesar juga menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sudah lebih membuka mata. Sudah menaikkan level pedulinya. Sudah meningkatkan standar kesadarannya.

Karena itu, para pejabat juga dituntut untuk bisa menaikkan standarnya. Menaikkan dan memperkuat sikap bijak, empati dan pedulinya. Serta lebih bisa menyelami perasaan rakyat, dan tidak menganggap enteng.

Sekaranglah waktunya untuk memperbaiki serta mengkablirasi ulang hubungan yang sehat antara “pejabat” dan “rakyat”. Bukan nanti. Jangan diundur-undur. Apalagi menunggu rakyat lupa. Jangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense