Dark/Light Mode

Kepercayaan Yang Ternoda

Minggu, 21 September 2025 06:11 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari-hari ini kita melihat kepercayaan yang terkikis satu per satu. Kondisi ini perlu perhatian serius. Perlu dihentikan. Kalau tidak, akan menjadi “bom waktu”. Bisa meledak setiap saat. Tanpa disadari. Tanpa peringatan.

Ambil contoh: di Gorontalo, ada wakil rakyat, anggota DPRD, yang mengatakan ingin merampok uang negara dan ingin membuat negara ini semakin miskin. Dia menyatakan itu seperti orang bercanda mengenai makanan kekinian di restoran baru. Enteng saja.

Baca juga : “Api” Kecil, Dampak Besar

Di Prabumulih, ada kepala sekolah SMPN yang dicopot hanya karena menegur muridnya, anak walikota, yang membawa mobil ke sekolah. Relasi kuasa ini seperti Mike Tyson di zaman kejayaannya melawan petinju amatir. Tidak seimbang.

Ironi-ironi dan paradoks lainnya masih berjejer. Dari sekadar kata-kata yang menyakiti rakyat sampai skandal megakorupsi.

Baca juga : “Ganti Wajah, Ganti Nasib?”

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan misalnya, ternoda oleh korupsi laptop untuk murid sekolah. Kementerian Agama, juga terlilit korupsi. Aksi-aksi “pagar makan tanaman” lainnya, juga cukup banyak.

Para wakil rakyat, juga terlihat semakin jauh dari rakyat yang diwakilinya. Mereka seperti duduk di kursi yang sangat tinggi. Jauh dari jangkauan rakyat. Diteriaki pun sulit didengar. Gaya hidup mereka dipersoalkan. Anggaran, kiprah dan kinerjanya dipertanyakan.

Baca juga : Dari Flexing Ke Aksi

Yang terbaru, sirene ngiungngiung “tottotwuukwuuk” untuk pengawalan, terutama pejabat, digugat para pengguna jalan. Aparat akhirnya membekukan “kebiasaan” ini.

Semua ini mencerminkan adanya masalah serius dalam budaya kekuasaan, kultur pejabat, dan akuntabilitas di Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.