RM.id Rakyat Merdeka - Setiap akhir bulan selalu menyisakan satu pertanyaan yang tak bisa dihindari: ke mana kita bergerak? Setelah rangkaian tekanan, koreksi, dan janji perubahan, negara tiba di titik yang menentukan. Bukan lagi soal apa yang akan dilakukan, melainkan apa yang benar-benar dipilih. Berani melangkah, atau kembali ke kebiasaan lama.
Selama April, tanda-tanda keduanya terlihat. Ada upaya memperbaiki, ada niat untuk mendekat, ada kesadaran bahwa arah perlu dijaga. Namun bersamaan dengan itu, pola lama juga tetap hidup—penundaan, kompromi setengah hati, dan kecenderungan kembali pada cara kerja yang nyaman. Di sinilah persimpangan itu nyata.
Kekuasaan selalu dihadapkan pada pilihan moral. Bertahan di jalur lama berarti memilih kepastian, meski dengan risiko stagnasi. Melangkah ke arah baru berarti menerima ketidakpastian, tetapi membuka kemungkinan perbaikan. Dua pilihan ini tidak pernah netral—keduanya membawa konsekuensi.
Sering kali, kembali ke kebiasaan lama terasa lebih rasional. Ia tidak membutuhkan energi besar, tidak mengganggu keseimbangan, dan tidak menimbulkan resistensi baru. Namun di balik kenyamanan itu, ada harga yang dibayar: kepercayaan yang tidak pulih, masalah yang tidak selesai, dan harapan yang perlahan memudar.
Baca juga : Keberpihakan yang Nyata
Albert O. Hirschman menunjukkan bahwa perubahan sosial sering lahir dari keberanian untuk keluar dari pola lama, meski dengan risiko ketidakpastian (Exit, Voice, and Loyalty, 1970). Tanpa keberanian itu, sistem cenderung mengulang dirinya sendiri—stabil, tetapi tidak berkembang.
Berani bukan berarti gegabah. Ia berarti sadar bahwa setiap langkah membawa risiko, tetapi tetap memilih bergerak karena kebutuhan akan keadilan dan perbaikan. Kembali, sebaliknya, bukan hanya soal nostalgia, tetapi tentang menyerah pada kenyamanan yang sudah terbukti tidak cukup.
Baca juga : Pelayanan yang Berarti
Negara tidak punya banyak pilihan. Ia hanya punya dua jalan: maju dengan risiko, atau kembali ke kebiasaan lama. Akhir April bukan penutup, tetapi penegasan. Apa yang dipilih hari ini akan menentukan apakah perubahan benar-benar terjadi, atau hanya menjadi cerita yang diulang tanpa pernah diwujudkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.