Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam politik, kata-kata tidak pernah netral. Ia bisa menjelaskan, tetapi juga bisa mengaburkan. Ketika tekanan publik meningkat, komunikasi menjadi alat utama kekuasaan. Narasi disusun, istilah dipilih, dan pesan dikemas agar terdengar menenangkan. Namun di balik ketenangan itu, sering tersembunyi upaya meredam.
Beberapa pekan terakhir memperlihatkan pola yang berulang. Kritik dijawab dengan bahasa yang halus, masalah dibingkai ulang, dan fokus dialihkan ke capaian lain. Publik diajak melihat sisi terang, sementara sisi gelap diredam perlahan. Dari jauh, situasi tampak terkendali. Dari dekat, persoalan tetap ada.
Baca juga : Komitmen yang Rapuh
Bahasa memiliki kekuatan membentuk persepsi. Apa yang disebut “penyesuaian” bisa berarti pengurangan. Apa yang disebut “evaluasi” bisa berarti penundaan. Apa yang disebut “stabilitas” bisa berarti pembungkaman. Dalam politik, istilah tidak hanya menjelaskan realitas—ia juga membentuknya.
Masalah muncul ketika narasi menggantikan substansi. Negara terlihat aktif berkomunikasi, tetapi pasif memperbaiki. Warga mendengar penjelasan, tetapi tidak merasakan perubahan. Di titik ini, komunikasi berubah fungsi: bukan lagi menjembatani, melainkan menutupi.
Baca juga : Elite dan Realitas
George Orwell mengingatkan bahwa bahasa politik sering digunakan untuk membuat hal yang tidak menyenangkan terdengar dapat diterima, dan bahkan wajar (Politics and the English Language, 1946). Ketika bahasa kehilangan kejujurannya, publik kehilangan pegangan untuk memahami kenyataan.
Narasi yang terus mengaburkan akan berhadapan dengan realitas yang tak bisa disembunyikan. Pengalaman sehari-hari warga menjadi pembanding paling kuat terhadap bahasa resmi. Ketika jarak antara keduanya terlalu jauh, kepercayaan mulai retak.
Baca juga : Keadilan yang Mundur
Bahasa memang bisa menenangkan, tetapi ia tidak bisa menggantikan kenyataan. Negara yang kuat tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga berani menyelaraskan kata dengan tindakan. Tanpa itu, narasi akan terus mengalir—sementara masalah tetap tinggal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.