Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Keadilan jarang hilang sekaligus. Ia lebih sering mundur—pelan, nyaris tak terasa. Kebijakan yang awalnya tegas berpihak, perlahan dilunakkan. Syarat ditambah, cakupan dipersempit, prioritas digeser. Di atas kertas, keadilan masih ada. Di lapangan, daya jangkaunya berkurang.
April menghadirkan tanda-tanda itu. Program yang semula dirancang untuk melindungi yang rapuh mulai bernegosiasi dengan berbagai kepentingan. Bahasa keberpihakan tetap dipertahankan, tetapi implementasinya melemah. Keadilan tidak dihapus, hanya dikurangi.
Baca juga : Kekuasaan yang Bertahan
Proses ini sering dibenarkan atas nama keseimbangan. Negara diminta adil kepada semua pihak, menjaga stabilitas, dan menghindari konflik. Namun ketika “keseimbangan” berarti mengurangi perlindungan bagi yang lemah, maka yang terjadi bukan keadilan, melainkan kompromi yang timpang.
Keadilan substantif menuntut keberpihakan yang jelas. Ia tidak netral terhadap ketimpangan. Ketika kebijakan mundur dari posisi itu, yang pertama kali terdampak adalah mereka yang paling bergantung pada negara. Yang kuat memiliki alternatif; yang rapuh tidak.
Baca juga : Perubahan atau Pura-Pura
Nancy Fraser membedakan keadilan sebagai distribusi dan pengakuan—dua dimensi yang harus berjalan bersama (Justice Interruptus, 1997). Ketika distribusi dikurangi dan pengakuan diabaikan, keadilan tidak hilang sepenuhnya, tetapi kehilangan maknanya.
Mundurnya keadilan sering tidak memicu kegaduhan besar. Ia bekerja diam-diam, melalui penyesuaian teknis dan revisi kecil. Namun dampaknya nyata: akses berkurang, perlindungan melemah, dan kepercayaan menipis. Publik mungkin tidak langsung bereaksi, tetapi perlahan merasakan perubahan itu.
Baca juga : Bertahan atau Berubah
Keadilan yang mundur adalah peringatan. Ia menandakan bahwa arah yang pernah dipilih mulai bergeser. Jika tidak dijaga, pergeseran ini akan menjadi pola. Dan pada akhirnya, yang tersisa hanyalah kebijakan yang tampak adil, tetapi tidak lagi melindungi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.