Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Semakin tinggi posisi, semakin kabur realitas. Kekuasaan memberi jarak—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara pengalaman. Di atas, keputusan dibuat dengan data dan laporan. Di bawah, kehidupan berjalan dengan rasa dan ketidakpastian. Ketika dua dunia ini tidak bertemu, kebijakan mulai kehilangan arah.
Elite melihat negara melalui ringkasan. Grafik naik, indikator stabil, target tercapai. Dari perspektif itu, semuanya tampak terkendali. Namun warga melihat negara dari pengalaman langsung: harga yang terasa berat, layanan yang belum ramah, dan akses yang tidak selalu terbuka. Realitas yang satu tidak selalu terbaca oleh yang lain.
Baca juga : Narasi yang Mengaburkan
Masalahnya bukan pada informasi yang salah, tetapi pada keterbatasan perspektif. Semakin lama berada dalam lingkar kekuasaan, semakin sedikit pengalaman langsung yang dimiliki. Yang tersisa adalah representasi—data menggantikan pengalaman, laporan menggantikan interaksi.
Ini menciptakan ilusi pemahaman. Elite merasa mengetahui kondisi masyarakat karena memiliki angka. Padahal angka tidak selalu menangkap ketegangan hidup sehari-hari. Ia merangkum, tetapi tidak merasakan. Di sinilah kebijakan mulai bergeser dari kebutuhan nyata.
Baca juga : Komitmen yang Rapuh
Herbert Simon mengingatkan bahwa keputusan manusia selalu dibatasi oleh informasi yang tersedia—bounded rationality (Administrative Behavior, 1947). Dalam konteks kekuasaan, batas ini bisa semakin sempit jika informasi hanya berasal dari sumber yang homogen. Tanpa koreksi dari bawah, keputusan mudah bias.
Mengurangi jarak bukan soal simbol, tetapi metode. Negara perlu membuka kanal yang memungkinkan pengalaman warga menjadi bagian dari proses kebijakan. Mendengar tidak cukup dari laporan; ia harus datang dari interaksi yang jujur dan berulang.
Baca juga : Elite dan Realitas
Elite dan realitas tidak harus selalu berseberangan. Namun tanpa upaya mendekat, keduanya akan terus menjauh. Dan ketika itu terjadi, negara mungkin tetap berjalan—tetapi tidak lagi sejalan dengan kehidupan yang seharusnya dilayani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.