BREAKING NEWS
 

71 Wasit Juri Pimpin Pra-PON Karate 2019

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 3 November 2019 21:43 WIB
Raja Sapta Ervian (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PB Forki memutuskan memilih 71 wasit dan juri untuk memimpin pertandingan Kejurnas Karate Pra-Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) yang akan dilangsungkan di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, 4-6 November 2019. Mereka terpilih dari 105 wasit juri yang diseleksi dalam Refreshing Wasit dan Juri Nasional di Gedung Rimbawan, Manggala Wanabhakti, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) Jakarta, Minggu (3/11).

Event Kejurnas Karate Pra-PON 2019 digelar Pengurus Forki DKI Jakarta. "Kami sudah menetapkan 71 nama wasit dan juri nasional untuk memimpin Kejurnas Karate Pra-PON di Jakarta. Mereka adalah para wasit juri terbaik hasil seleksi ketat, sehingga memiliki kualitas yang bagus," ujar Sekjen PB Forki, Raja Sapta Ervian, di Ruang Sonokeling, Manggala Wanabhakti, KLH, Minggu (3/11).

Eyi, sapaan akrab Raja Sapta Ervian, mengatakan, pihaknya sangat concern dengan wasit dan juri. Sebab, mereka adalah pihak terlibat langsung dalam pertandingan karate. Karena itu, kualitas wasit dan juri menjadi hal yang sangat penting sehingga pertandingan karate menjadi lebih berbobot, profesional, dan adil.  

Baca juga : WIKA Sabet Juara 1 International Year in Infrastructure 2019

Ketua Dewan Wasit PB Forki, Haifendri Putih, menambahkan, untuk memimpin olahraga yang tidak terukur diperlukan wasit yang jujur, profesional, serta memiliki jam terbang yang cukup. "Jadi wasit calon Pra-PON ini sudah memiliki pengalaman memimpin pertandingan baik di tingkat nasional maupun internasional. Dari 105 wasit yang dipanggil, kami memilih 71 orang," tegas Heifendri. 

Adsense

Khusus bagi pelaksanaan ujian dan renewal, pihaknya juga melakukan pengujian ketat. Sebab, mereka butuh kaderisasi yang potensial. Terbukti, dari dari 584 orang peserta ujian, hanya 150 orang yang lolos. 

Untuk pelaksanaan Pra-PON 2019 di Hall Basket Senayan, sudah ada 32 provinsi mendaftarkan diri dengan jumlah entry mencapai 403 entries. Papua tidak mendaftar karena mendapatkan wildcard sebagai tuan rumah PON 2020. "Satu lagi adalah Sulawesi Barat. Mereka memutuskan tidak mendaftar karena ada persoalan internal di sana," ujar Sekretaris Panitia, Yoyo Satrio Purnomo. 

Baca juga : Taspen Jamin Perawatan Wiranto

Dalam event ini, setiap daerah hanya boleh mengirimkan satu atlet untuk satu nomor perseorangan dan satu regu untuk nomor beregu. Kategori nomor dan kelas yang dipertandingkan adalah nomor kata dan kumite. Untuk nomor kata, karateka yang berhak ikut Kejuaraan Pra-PON adalah yang lahir pada 1990 hingga 2003. Mereka akan tampil di nomor kata perorangan putra dan putri, serta kata beregu putra dan putri. 

Untuk kategori kumite, karateka yang berhak ikut ambil bagian dalam event ini adalah yang lahir  pada 1993 hingga 2001. Mereka akan bermain di 11 nomor individual putra dan putri.
Kategori kumite putra yang akan dipertandingkan terdiri dari enam kelas, yakni kumite -55 kg, kumite -60 kg, kumite -67 kg, kumite -75 kg, kumite -84 kg, dan kumite +84 kg. Untuk kumite putri terdiri atas 5 kelas, yakni kumite -50 kg, kumite -55 kg, kumite -61 kg, kumite -68 kg, dan kumite +68 kg.           

Untuk menghasilkan karateka terbaik dan berhak berlaga pada PON 2020 Papua, Forki akan menggunakan peraturan pertandingan yang ditetapkan PB FORKI dan WKF. Pertandingan Kumite misalnya, akan menggunakan System Semi Double Knock Down. Sementara nomor kata akan menggunakan sistem pertandingan Kata WKF 2019. [KW]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense