RM.id Rakyat Merdeka - Kylian Mbappe dilaporkan akan menuntut mantan klubnya, Paris Saint Germain (PSG). Dia ingin tim asal Prancis itu segera membayar gajinya yang ditunggak selama beberapa bulan, yang totalnya sekitar Rp 1,4 triliun.
Menurut kabar yang beredar, keputusan PSG menunggak gaji Mbappe karena kecewa dengan keputusan sang pemain memilih hijrah ke Real Madrid. Apalagi, kepindahan pemain terbaik mereka sejak beberapa tahun terakhir itu ke Santiago Bernabeu itu dilakukan secara cuma-cuma, alias PSG tidak menerima uang sepeserpun dari transfer Mbappe ke Madrid.
Yang bikin kesalnya lagi, kepergian Mbappe secara gratis juga dikarenakan kesalahan PSG sendiri. Mereka tidak mau menerima tawaran Madrid dua tahun lalu padahal angkanya sangat fantastis.
Kekesalan PSG itu lantas diduga diluapkan kepada si pemain, dengan tidak membayar gaji Mbappe selama beberapa bulan.
Baca juga : Lantik 3 Wamen Baru, Jokowi Tambah Kekuatan di Akhir Masa Jabatan
Kekesalan PSG diperkuat dengan laporan media Prancis, π’ππ²πΆπͺπ±π¦. Mereka mengklaim, PSG benar-benar kecewa karena harus kehilangan Mbappe secara gratis. Pasalnya, jika dijual, harusnya Mbappe bisa jadi pemain termahal di era modern ini.
Laporan itu juga menyebut, PSG belum membayar gaji Mbappe untuk bulan April 2024 lalu, juga bonus-bonus sejak bulan Februari 2024.
“Pihak klub ‘lupa’ membayar gaji si pemain untuk bulan April, juga bonus untuk bulan Februari,” kata jurnalis L’Equipe, Damien Degorre.
“Menurut sumber internal PSG, angka-angkanya membantu klub menghemat 80 juta euro (sekitar Rp 1,4 triliun),” tandasnya.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis, Gibran Uji Coba di Solo
Sampai sekarang, tidak ada niat baik dari PSG untuk menghubungi pihak Mbappe dan melunasi tanggungan utang tersebut. Padahal, Mbappe sudah dikenalkan ke hadapan publik Madrid secara resmi.
Ibu Mbappe, Fayza Lamari baru-baru ini buka suara soal masalah utang itu. Jika memang terpaksa, pihaknya siap mengambil langkah hukum.
“Kami tidak punya pilihan lain, tentu saja, Saya hanya berharap kontrak yang kami teken dua tahun lalu bisa digenapi,” kata Lamari.
“Stop menuding Kylian berkata ini atau itu, dia melakukan ini atau itu. Faktanya, tidak ada yang tahu pasti kebenarannya. Sebab selama dua tahun, Kylian dan presiden klub (Nasser Al-Khelaifi) selalu bertemu berdua saja, kecuali satu pertemuan yang tidak,” tandasnya.
Baca juga : Kaesang Sadar Pamornya di Jakarta Masih Rendah
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 20 Juli 2024 dengan judul Gaji Rp 1,4 Triliun Belum Dibayar, Mbappe Mau Tuntut PSG
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.