Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pakai Sistem Double Face Recognition
Seleksi Sekolah Dinas Bakal Aman Dari Joki
RM.id Rakyat Merdeka - Seleksi sekolah kedinasan telah dimulai, Kamis (18/7/2024). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menegaskan, seleksi sekolah kedinasan kali ini berjalan aman
Untuk mencegah berbagai praktik kecurangan, kata Anas, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi sekolah kedinasan ini menggunakan sistem double face recognition.
Pertama, ketika peserta daftar ulang yang ditangani oleh sekolah kedinasan terkait dan face recognition dilakukan ketika peserta akan mengerjakan soal.
“Double check ini untuk memastikan peserta terkait sesuai dengan identitasnya dan tak ada joki yang bisa masuk,” kata Anas saat Kick Off Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2024 di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Eks Bupati Banyuwangi dua periode ini memastikan pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan ini menjunjung tinggi prinsip keadilan.
Pemerintah menjamin keadilan bagi seluruh peserta yang mengikuti seleksi ini, sehingga semua orang punya kesempatan dan hak yang sama.
Baca juga : Prof Mahfud Ingin Pemulihan Korban HAM Berat Dilanjutkan
“Mau anak pejabat, anak masyarakat biasa, semua punya kesempatan yang sama karena seleksinya pakai Computer Assisted Test (CAT), berbasis online yang langsung ketahuan hasilnya,” ujarnya.
Anas juga menekankan, dalam pelaksanaan seleksi ini tidak ada satu pun pihak yang dapat membantu kelulusan kecuali diri sendiri.
Sistem CAT yang digunakan telah menjamin tidak akan ada celah bagi praktik kecurangan. Semua mekanisme dan sistem seleksi sudah terintegrasi dan terkomputerisasi, transparan dan akuntabel.
“Jangan percaya jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan, terlebih yang meminta sejumlah uang. Karena dipastikan tidak akan ada praktik calo dalam seleksi ini,” tegasnya.
Anas menyampaikan kepada seluruh peserta calon mahasiswa/praja/taruna sekolah kedinasan untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dalam mengikuti seleksi ini.
Menurutnya, seleksi sekolah kedinasan ini merupakan upaya Pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) hebat yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Baca juga : NasDem Rayu PKS Dukung Ilham Habibie
Anas berharap peserta yang lolos nanti merupakan SDM terbaik untuk mengabdi bagi bangsa dan negara.
Peserta yang lolos diharapkan mempunyai cita-cita yang hebat serta multitasking dan multitalenta untuk menghadapi tantangan bangsa yang hebat ke depannya dan menjalankan pemerintahan yang digital.
“Teman-teman peserta harus optimistis, percaya diri bahwa bisa memberikan hasil terbaik. Jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan dan memohon doa restu orang tua. Selamat berkompetisi untuk seluruh calon mahasiswa/praja/taruna sekolah kedinasan Tahun 2024 yang akan mengikuti SKD,” ucapnya.
Sementara, Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto mengungkapkan, jumlah peserta SKD sekolah kedinasan mencapai 113.177 orang. Jumlah ini didapat setelah dilakukan seleksi administrasi dan pendaftaran pada Mei dan Juni lalu.
Haryomo mengingatkan peserta agar selalu semangat, optimistis dan totalitas dalam mengikuti rangkaian seleksi sekolah kedinasan. “Berikan usaha terbaik, perjuangan masih cukup panjang,” kata Haryomo.
Untuk diketahui, seleksi sekolah kedinasan ini dimulai dengan SKD. Periode SKD dilaksanakan secara serentak pada 18 Juli hingga 6 Agustus di berbagai titik lokasi ujian, terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN, 21 UPT BKN, serta 4 lokasi mandiri instansi.
Baca juga : Kurikulum Merdeka Mau Kerucutkan Minat Dan Bakat
Pemerintah tahun ini membuka jalur penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 8 instansi penyelenggara sekolah kedinasan dengan alokasi sebanyak 3.445 formasi.
Sekolah kedinasan yang diberikan alokasi formasi adalah Politeknik Keuangan Negara (STAN) 722 formasi, Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 721 formasi, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) 400 formasi, Politeknik Siber dan Sandi Negara 105 formasi, Politeknik Statistika STIS 355 formasi.
Kemudian, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi 400 formasi, 22 sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan sebanyak 622 formasi, serta Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) 120 formasi.
Setelah SKD, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan Seleksi Lanjutan dengan CAT BKN serta Seleksi Lanjutan Non-CAT BKN. Untuk pengumuman kelulusan sekolah kedinasan, direncanakan akhir September 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.