BREAKING NEWS
 

PSG Vs Inter Milan, Adu Mental Baja

Reporter : JHON ROY PANGIBULAN SIREGAR
Editor : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Sabtu, 31 Mei 2025 06:40 WIB
Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan akan berduel dalam final Liga Champions di Allianz Arena, Munchen-Jerman. (Foto: X/Inter/PSG_inside)

RM.id  Rakyat Merdeka - PSG mengandalkan kecepatan dan aksi klinis. Untuk meredam Inter yang kuat di serangan balik, dan bermental baja.

Malam akbar final Liga Champions akhirnya tiba. Dini hari nanti pukul 02.00 WIB, Paris Saint-Germain (PSG) kontra Inter Milan di Allianz Arena, Munchen-Jerman. Ini perjumpaan perdana kedua tim di final Liga Champions. Duel antara tim asal Prancis dan Italia pernah terjadi pada final UCL (UEFA Champions League) 1992. Saat itu, Marseille men­galahkan Milan 1-0.

Baca juga : Dhika Himawan, Masih Sleep Call Meski Udah Nikah

PSG ingin tampil lebih baik dari 2020. Pada final saat itu, PSG kalah dari Bayern Munchen. Sementara Inter, pe­milik tiga trofi Liga Champions, terakhir kali mengangkat piala Si Kuping Besar pada 2010. Di bawah asuhan Simone Inzaghi, Inter kalah dari Manchester City pada final edisi 2023. Adapun PSG telah memenangkan 9 dari 11 final Piala Eropa/Champions. Sebaliknya, ini akan menjadi final Liga Champions ketujuh bagi Inter.

Adsense

PSG mengawali perjalanan UCL musim ini dengan kurang meyakinkan. Jagoan Prancis hanya bisa finis di peringkat ke- 15 pada fase liga. Setelahnya, PSG sukses menyingkirkan deretan duta Inggris. Mulai dari Liverpool, Aston Villa, hingga Arsenal. PSG sukses meraih 10 kali kemenangan, 1 kali seri, dan 5 kali kalah. Lini serang terbilang subur dengan 33 gol. Ousmane Dembele jadi top skor dengan 8 gol.

Baca juga : Blusukan ke IKN, Gibran Minta Beringin Ditanam di Istana Wapres

Sebaliknya, Inter perkasa di fase liga dengan finis di peringkat keempat. Setelahnya, Inter sukses memulangkan Feye­noord, Munchen, dan puncaknya mengusir Barcelona di semifinal. Lini serang Inter kalah produktif dari PSG, karena hanya bisa mencetak 26 gol. Namun, lini pertahanan sedikit lebih hebat karena hanya kebobolan 11 gol.

Dari komposisi pemain Inter. Usai pulih, Benjamin Pavard akan kembali mengawal benteng bersama Francesco Acerbi dan Alessandro Bastoni. Untuk lini tengah, Inzaghi tetap yakin ter­hadap Calhanoglu, Barella, dan Mkhitaryan. Tak lupa, Denzel Dumfries dan Federico Dimarco di sayap, sementara kapten Lautaro Martinez dan Marcus Thuram menjadi juru gedor.

Baca juga : Berangkat ke Tanah Suci, Amirul Hajj Bawa Amanah Presiden Muliakan Jemaah

Senada dengan PSG. Pelatih Luis Enrique memiliki semua pemain inti fit seperti Marquin­hos, Hakimi, Dembele, Kvar­atskhelia, Vitinha, dan Joao Neves. Bila PSG lebih klinis dan konsisten dalam beberapa pekan terakhir, Inter punya mental baja dan serangan balik luar biasa.

Kalau PSG bisa mencetak gol lebih awal, mereka berpotensi mengendalikan pertandingan. Tapi jika Inter mampu mengim­bangi permainan dan meman­faatkan bola mati atau serangan balik, hasil bisa sangat berbeda. Antara jual-beli gol, atau bisa berakhir pilu dalam drama adu penalti. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense