BREAKING NEWS
 

Ditolak Pindah Ke Inter Milan

Lookman Dan Atalanta Bisa Gelut Di Pengadilan

Reporter : JHON ROY PANGIBULAN SIREGAR
Editor : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Jumat, 8 Agustus 2025 06:40 WIB
Ademola Lookman. (Foto: Instagram/molalookman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cuma agennya saja yang tahu keberadaannya, Lookman sudah tiga hari kabur dari Atalanta. Lookman disebut bisa menempuh jalur hukum untuk memutus kontraknya.

Drama transfer Ademola Lookman semakin memanas. Bintang asal Nigeria itu dilapor­kan menghilang dari markas Atalanta di Bergamo, Italia sejak tiga hari lalu. Aksi mogok ini diyakini sebagai bentuk protes setelah kepindahannya ke In­ter Milan tak kunjung terjadi. Situasi ini memaksa Atalanta hanya bisa bernegosiasi dengan sang agen karena Lookman me­nolak berkomunikasi langsung dengan klub.

Baca juga : MotoGP, Quartararo Keluhkan Mesin Jadul Yamaha

“Dia tidak hadir dalam sesi latihan di pusat latihan Zingonia tiga hari berturut, dan dikabar­kan telah mengambil semua barang pribadinya dari kamp,” tulis laporan terbaru dari Sky Sport Italia.

Adsense

Kontrak Lookman bersama Atalanta masih berlaku hingga Juni 2027, dengan opsi perpan­jangan hingga 2028. “Atalanta sejauh ini belum menjatuhkan sanksi disipliner, namun situasi seperti ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” ungkap Calcio e Finanza.

Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami

Jika absen dalam tiga agen­da berturut-turut dengan jeda minimal 48 jam, klub berhak memotong gajinya. Lookman menerima gaji sekitar 1,8 juta Euro bersih per musim dari Ata­lanta. “Klub dapat menerapkan potongan gaji jika ketidakhadi­ran berlangsung lebih dari tiga kali,” lanjut laporan tersebut.

Namun, jalur hukum juga bisa ditempuh oleh pihak pe­main. Agen Andrea D’Amico menyebut bahwa Lookman dapat menggunakan preseden hukum dari kasus Diarra untuk mengakhiri kontraknya secara sepihak. “Setelah kasus Diarra, ia bisa saja memilih untuk me­mutus kontrak, dan Atalanta akan mendapat kompensasi,” kata D’Amico kepada Radio Kiss Kiss.

Baca juga : Ditegaskan Menteri Imipas, MRC Masih di Negeri Jiran

Ia menjelaskan bahwa peng­hapusan Pasal 17 memung­kinkan perlakuan yang setara an­tara pemain non-Uni Eropa dan warga Uni Eropa. Kasus tersebut dimenangkan oleh Lassana Di­arra pada 2024 melalui putusan Pengadilan Eropa, yang me­nyatakan bahwa beberapa regu­lasi transfer FIFA melanggar hukum Uni Eropa. “Situasi ini disamakan dengan kasus Bos­man tahun 1995 yang mengubah lanskap transfer pemain secara permanen,” tutur D’Amico.

Merespons krisis ini, Inter disebut tengah menyiapkan pro­posal baru senilai 46 juta Euro plus satu pemain muda, dengan tujuan mendekati valuasi yang diminta Atalanta, yaitu 50 juta Euro. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense