RM.id Rakyat Merdeka - Cuma agennya saja yang tahu keberadaannya, Lookman sudah tiga hari kabur dari Atalanta. Lookman disebut bisa menempuh jalur hukum untuk memutus kontraknya.
Drama transfer Ademola Lookman semakin memanas. Bintang asal Nigeria itu dilaporkan menghilang dari markas Atalanta di Bergamo, Italia sejak tiga hari lalu. Aksi mogok ini diyakini sebagai bentuk protes setelah kepindahannya ke Inter Milan tak kunjung terjadi. Situasi ini memaksa Atalanta hanya bisa bernegosiasi dengan sang agen karena Lookman menolak berkomunikasi langsung dengan klub.
Baca juga : MotoGP, Quartararo Keluhkan Mesin Jadul Yamaha
“Dia tidak hadir dalam sesi latihan di pusat latihan Zingonia tiga hari berturut, dan dikabarkan telah mengambil semua barang pribadinya dari kamp,” tulis laporan terbaru dari Sky Sport Italia.
Kontrak Lookman bersama Atalanta masih berlaku hingga Juni 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2028. “Atalanta sejauh ini belum menjatuhkan sanksi disipliner, namun situasi seperti ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” ungkap Calcio e Finanza.
Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami
Jika absen dalam tiga agenda berturut-turut dengan jeda minimal 48 jam, klub berhak memotong gajinya. Lookman menerima gaji sekitar 1,8 juta Euro bersih per musim dari Atalanta. “Klub dapat menerapkan potongan gaji jika ketidakhadiran berlangsung lebih dari tiga kali,” lanjut laporan tersebut.
Namun, jalur hukum juga bisa ditempuh oleh pihak pemain. Agen Andrea D’Amico menyebut bahwa Lookman dapat menggunakan preseden hukum dari kasus Diarra untuk mengakhiri kontraknya secara sepihak. “Setelah kasus Diarra, ia bisa saja memilih untuk memutus kontrak, dan Atalanta akan mendapat kompensasi,” kata D’Amico kepada Radio Kiss Kiss.
Baca juga : Ditegaskan Menteri Imipas, MRC Masih di Negeri Jiran
Ia menjelaskan bahwa penghapusan Pasal 17 memungkinkan perlakuan yang setara antara pemain non-Uni Eropa dan warga Uni Eropa. Kasus tersebut dimenangkan oleh Lassana Diarra pada 2024 melalui putusan Pengadilan Eropa, yang menyatakan bahwa beberapa regulasi transfer FIFA melanggar hukum Uni Eropa. “Situasi ini disamakan dengan kasus Bosman tahun 1995 yang mengubah lanskap transfer pemain secara permanen,” tutur D’Amico.
Merespons krisis ini, Inter disebut tengah menyiapkan proposal baru senilai 46 juta Euro plus satu pemain muda, dengan tujuan mendekati valuasi yang diminta Atalanta, yaitu 50 juta Euro. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.