BREAKING NEWS
 

CAS Tolak Banding Israel, Gugatan Visa Rampung Di Arbitrase

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 23 Oktober 2025 08:43 WIB
Ilustrasi Kantor CAS di Swiss.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang enam atlet Israel berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta resmi kandas. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss menolak dua permohonan banding Federasi Senam Israel (IGF) yang mempersoalkan keputusan pemerintah Indonesia tidak memberikan visa kepada mereka.

Dalam putusan yang dirilis Selasa (14/10/2025) malam, CAS menyatakan menolak seluruh permohonan tindakan sementara yang diajukan Israel. “Kedua permohonan tersebut telah ditolak,” tulis pernyataan resmi CAS di situsnya.

Langkah hukum itu diajukan IGF setelah pemerintah Indonesia, pada 10 Oktober lalu, menegaskan tidak akan mengeluarkan visa bagi enam atlet Israel yang dijadwalkan tampil. Penolakan ini sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten menentang agresi militer Israel di Gaza.

IGF diketahui mengajukan dua banding ke CAS. Banding pertama, diajukan 10 Oktober, menuntut agar Federasi Senam Internasional (FIG) membatalkan keputusan Indonesia terkait penolakan visa. Banding kedua, masuk 13 Oktober, dilakukan bersama enam atlet Israel: Artem Dolgophyat, Eyal Indig, Ron Payatov, Lihie Raz, Yali Shoshani, dan Roni Shamay.

Baca juga : Sandra Dewi Ajukan Gugatan Penyitaan Aset

Dalam banding itu, IGF mendesak CAS memerintahkan FIG menjamin partisipasi atlet Israel, atau bila tidak, memindahkan bahkan membatalkan kejuaraan dunia di Jakarta. Namun, CAS menolak semua tuntutan itu. Banding pertama dinyatakan tidak sah karena alasan yurisdiksi. Banding kedua tetap dilanjutkan ke tahap berikut, tanpa efek apa pun bagi kejuaraan yang akan digelar 19-25 Oktober 2025. 

FIG sendiri menegaskan tidak memiliki kewenangan terkait urusan visa. “Kebijakan imigrasi sepenuhnya hak pemerintah Indonesia,” demikian penjelasan federasi internasional itu.

Adsense

Sekretaris Jenderal IGF Sarit Shenar mengaku kecewa berat atas putusan CAS. “Untuk kejuaraan dunia ini, perjalanan kami berakhir. Hati para atlet benar-benar hancur,” kata Shenar kepada Reuters.

Ia juga menyerukan agar CAS “mengambil keputusan kuat” agar diskriminasi terhadap atlet mana pun tak terulang di masa depan.

Baca juga : Tolak Atlet Israel, Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Ke CAS

Di sisi lain, Indonesia tetap pada pendiriannya. Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan, penolakan visa dilakukan setelah mempertimbangkan penolakan keras dari MUI dan Pemprov DKI Jakarta selaku tuan rumah.

“Keputusan ini sejalan dengan sikap Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Yusril.

Sikap ini diamini Menpora Erick Thohir. “Kami akan hadapi gugatan dengan terhormat. Penolakan ini bagian dari kedaulatan Indonesia,” ujar Erick, Senin (13/10/2025).

Presiden Prabowo Subianto pun sebelumnya menegaskan di forum PBB, Indonesia baru akan mempertimbangkan hubungan diplomatik dengan Israel bila negeri itu lebih dulu mengakui kemerdekaan Palestina.

Baca juga : PAM Jaya Bagikan 500 Keping Emas Bagi Pelanggan Sambungan Baru

Ini bukan kali pertama Indonesia bersikap tegas. Pada 2023, Indonesia bahkan kehilangan status tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah menolak kehadiran timnas Israel.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense