Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan buruh dari berbagai daerah berencana menggelaraksi besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Tuntutannya, kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) 10,5 persen dan penghapusan sistem outsourcing.
Senayan menyambut aksi itu dan akan menampung aspirasi demonstran. Ketua DPR Puan Maharani menegaskan, pihaknya siap menerima perwakilan dari demonstran yang akan masuk ke gedung parlemen menyampaikan aspirasi mereka.
“Di sini ada Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) untuk menampung apa yang menjadi keberatan dan keluhan masyarakat. Juga mendengar apa saja yang menjadi aspirasi mereka," ujar Puan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Baca juga : Menko Pratikno Rapat Darurat Malam-malam
Menurut Puan, DPR siap berdiskusi mengenai berbagai persoalan lain yang disampaikan masyarakat, bukan hanya soal tuntutan para buruh.
“Pertanyaan yang belum didengar secara terbuka akan dibahas bersama-sama,” ucap politikus PDIP ini.
Presiden Koalisi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, aksi demonstrasi akan digelar di 38 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 28 Agustus 2025.
Baca juga : Kemhan Sinergi Hadapi Ancaman Non Militer
"Partai Buruh bersama koalisi serikat pekerja termasuk KSPI merencanakan aksi serempak di seluruh Indonesia," kata Said dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).
Khusus untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Said memperkirakan sebanyak 10 ribu buruh memadati Jakarta. Mereka akan memusatkan aksi di dua lokasi vital, yaitu di depan Gedung DPR dan Istana Kepresidenan. Massa aksi ini berasal dari Jabodetabek, Karawang, Jawa Barat dan Banten.
"Aksi demo ini diberi nama "hostum"' yang merupakan singkatan dari 'Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah'," kata Said.
Baca juga : Survei ISS, 78 Persen Publik Puas Atas Kinerja Pemerintah
Menurut Said, para buruh menolak upah murah. Pihaknya menuntut kenaikan upah minimum di seluruh Indonesia pada tahun 2026 sebesar 8,5 persen sampai dengan 10,5 persen.
Kenaikan itu, kata dia, berdasarkan data inflasi dari Oktober 2024 hingga September 2025 yang diproyeksikan mencapai 3,26 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,1–5,2 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya