RM.id Rakyat Merdeka - Keinginan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir agar SEA Games hanya mempertandingkan cabang olahraga (cabor) yang masuk program Olimpiade, dinilai sebagai langkah strategis yang perlu disambut serius.
Gagasan ini dinilai membuka jalan untuk memperkuat prestasi Indonesia di level dunia. Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI), Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, menyebut ide tersebut sebagai “angin segar” bagi dunia hockey nasional. Terlebih, Erick Thohir juga berencana mewajibkan Pekan Olahraga Nasional (PON) mempertandingkan cabor-cabor Olimpiade.
Menurut Budi, ucapan Menpora itu berdampak langsung pada meningkatnya semangat atlet dan pengurus hockey untuk terus menembus level atas olahraga internasional.
“PP FHI sangat mengapresiasi gagasan cemerlang Pak Menpora Erick Thohir yang sudah memikirkan strategi membawa olahraga Indonesia mendunia. Jadi, upaya yang kami lakukan dalam membangun prestasi Hockey Indonesia selama ini semakin terdukung. Ini yang saya sebut ‘angin segar’ telah menerpa masyarakat hockey di Tanah Air,” ujarnya dari Jerman, Minggu (16/11/2025), saat mendampingi Timnas Hockey Indoor Indonesia menjalani Training Camp.
Baca juga : IPOC ke-21 Catat Rekor Peserta, Sawit Indonesia Kian Diperhitungkan
Budi menjelaskan, keberhasilan hockey meraih emas pertama pada SEA Games 2023 Kamboja bukanlah proses instan. Cabor hockey bahkan tidak masuk daftar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sehingga tidak mendapatkan dukungan APBN.
“Anda kan paham jika tidak masuk dalam cabor DBON itu berarti tidak ada bantuan dana dari APBN. Alhamdulillah, hockey Indonesia telah mencetak sejarah dimana Timnas Hockey Indooor Putra Indonesia meraih emas sekaligus mengumandangkan Lagu Indonesia Raya pada SEA Games ke-32 Kamboja 2023,” ucapnya.
Setelah sukses di Kamboja, PP FHI kembali mencatat sejarah dengan meloloskan tim ke Asian Games Hangzhou 2022 (yang digelar September–Oktober 2023). Ini merupakan kali pertama lolos melalui kualifikasi, setelah sebelumnya hanya mendapat wild card di Asian Games 2018. Di SEA Games Thailand 2025, PP FHI memasang target tinggi: 2 emas dan 4 perak.
Untuk itu, PP FHI memutuskan memulai pelatnas lebih awal, Januari 2025, meski dukungan anggaran untuk hockey outdoor baru cair pada September 2025.
Baca juga : Kasih Contoh Soal Coretax, Purbaya: Indonesia Sering Dikibuli Asing
“Dulu, pelatnas hanya 3 bulan dan hasilnya 1 emas serta 3 perunggu. Kini, kita gelar 9 bulan,” ujar Budi.
Tak cuma pelatnas panjang, PP FHI menambah jam terbang dengan TC dan uji tanding ke Jerman, Australia, dan Spanyol. Tim putri juga mencatat prestasi dengan menjuarai Kejuaraan Hockey Putri Asia Tengah 2025.
Untuk meningkatkan kualitas, PP FHI menunjuk pelatih asal Australia, Jason Butcher—yang pernah membawa Australia juara Youth Olympic—sebagai kepala pelatih Timnas.
Jelang SEA Games Thailand 2025 yang mempertandingkan enam nomor, Tim Review baru menyetujui 34 atlet untuk Hockey Indoor putra–putri. Sedangkan kuota Hockey Field dan Hockey 5s masih menunggu keputusan.
Baca juga : Ekspor Pertanian Meroket 42,19 Persen, Indonesia Kian Diperhitungkan di Dunia
“Kami hanya membutuhkan 60 atlet… Dan kami punya alasan karena telah melakukan persiapan maksimal,” kata Budi.
Terkait kekhawatiran keputusan Tim Review bisa menggangu kesiapan tim, Budi hanya menekankan pentingnya mempertimbangkan pengorbanan para atlet yang sudah menjalani pelatnas selama sembilan bulan. PP FHI tetap konsisten menjalankan pembinaan meski minim fasilitas berstandar internasional dan beban biaya lapangan sangat tinggi. Mereka bekerja sama dengan Eden Sport Centre di Depok sebagai pusat latihan hockey indoor.
“Biaya lapangan itu cukup mahal. Semoga nantinya juga tersedia lapangan Hockey Field sehingga bisa menekan biaya pengeluaran,” tutup Budi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.