RM.id Rakyat Merdeka - Ferrari resmi menutup musim balap dengan rapor merah setelah gagal mencatatkan satu pun kemenangan Grand Prix. Tim berlogo Kuda Jingkrak tersebut harus puas terlempar ke posisi keempat klasemen konstruktor.
Ini merupakan sebuah kemunduran signifikan. Lantaran pada musim sebelumnya Ferrari hampir merengkuh gelar juara saat bersaing ketat dengan McLaren.
Kedatangan Lewis Hamilton ke Maranello di awal musim yang sempat memicu optimisme tinggi nyatanya belum mampu menjadi obat instan. Hamilton dan Ferrari justru terjebak dalam masalah konsistensi yang membuat sang juara dunia tujuh kali itu menjalani salah satu periode tersulit dalam karier balapnya.
Kepala Tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa musim ini berjalan sangat berat bagi seluruh elemen tim. Namun, ia menegaskan bahwa meratapi kegagalan bukanlah opsi bagi tim sebesar Ferrari.
Baca juga : Kabar dari Lokasi Bencana Semakin Menggembirakan
“Musim ini memang berat. Itu bukan soal perasaan semata, tetapi bisa dilihat dari angka. Namun yang paling penting adalah bagaimana reaksi kami,” ujar Vasseur seperti dikutip dari RacingNews365, Senin (12/1/2026).
Vasseur menjelaskan bahwa manajemen tim kini lebih fokus pada energi untuk memulihkan keadaan ketimbang sekadar memberi tekanan pada hasil. Ia menekankan pentingnya membedah setiap persoalan secara detail untuk kemudian diselesaikan satu per satu.
“Hal terpenting adalah energi yang kita berikan untuk terus mendorong tim, memahami apa saja persoalan yang ada, lalu memperbaikinya secara bertahap,” jelasnya.
Penurunan performa Ferrari di lintasan tahun ini juga tidak lepas dari keputusan strategis tim yang mulai mengalihkan fokus pengembangan ke mobil musim 2026.
Baca juga : Hari Ini Kembali Luncurkan Sekolah Rakyat, Prabowo Fokus Benahi Sumber Daya Manusia
Dengan adanya regulasi teknis besar Formula 1 yang akan datang, Ferrari memilih untuk membangun fondasi jangka panjang meski harus mengorbankan kompetisi jangka pendek.
Terkait performa Lewis Hamilton yang dianggap belum maksimal, Vasseur justru memberikan pembelaan dan apresiasi. Menurutnya, Hamilton memberikan kontribusi besar dalam menjaga arah kerja tim di saat-saat sulit, terutama saat Ferrari mulai kembali konsisten meraih podium di penghujung musim.
“Kami tahu sejak awal musim bahwa tantangannya besar. Namun ketika kami mulai meraih podium secara beruntun menjelang akhir musim, itu adalah hasil kerja bersama,” tutur Vasseur.
Vasseur pun mengingatkan bahwa kebangkitan Ferrari adalah tanggung jawab kolektif dari sekitar 1.500 personel di Maranello, bukan beban yang dipikul oleh satu individu.
Baca juga : Permudah Rehabilitasi Pascabencana: Uangnya Cair Duluan, Administrasi Belakangan
“Ini bukan pekerjaan satu pebalap atau satu insinyur saja. Ini adalah kerja tim, dan Lewis jelas menjadi bagian penting dari reaksi positif tersebut,” pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.