RM.id Rakyat Merdeka - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan tengah berjuang mengatasi susah tidur jelang debut All England. Kondisi ini akibat penerbangan jarak jauh atau jetlag dari Indonesia menuju Inggris.
Untuk mengatasi kendala fisiologis tersebut, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memberangkatkan tim lebih awal guna menjalani pemusatan latihan (training camp) di Milton Keynes.
Langkah aklimatisasi ini dinilai sangat krusial bagi Alwi yang secara genetik kerap kesulitan beradaptasi secara cepat dengan zona waktu Eropa.
Pemain muda yang tengah menanjak performanya itu menyebut bahwa dirinya membutuhkan waktu pemulihan biologis yang cukup lama usai menempuh penerbangan lintas benua.
Baca juga : Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, TNI Didukung Yordania
“Saya tipe yang jetlag-nya lumayan lama,” kata Alwi dalam keterangan resmi federasi, yang dikuti Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa keharusan langsung bertanding pada pekan pertama di Eropa kerap menjadi tantangan terberat karena kurangnya waktu tidur yang berkualitas. Namun, kehadiran program pemusatan latihan yang memberi jeda waktu dari Minggu hingga Selasa ini dinilai sangat efektif membantunya menyesuaikan jam biologis agar bisa bertanding dengan kapasitas fisik maksimal.
Pelatih Kepala Tunggal Putra Indonesia, Indra Widjaja, menyadari sepenuhnya situasi fisik yang dihadapi anak didiknya. Oleh karena itu, ia menyambut positif langkah federasi memberlakukan program pemulihan awal yang mengadopsi formula kesuksesan serupa saat persiapan menuju Olimpiade Paris 2024 lalu.
Menurut Indra, penyesuaian waktu dan istirahat pascapenerbangan panjang merupakan kunci utama sebelum menghadapi persaingan tingkat elite.
Baca juga : Wujudkan Kota Pintar, IKN Dapat Hibah 41 M dari Amerika
“Saya rasa ini positif terutama masalah penyesuaian waktu,” ujar Indra terkait efektivitas pemusatan latihan tersebut.
Mengingat ini adalah kali perdana Alwi menginjakkan kaki di turnamen kategori BWF Super 1000 tersebut, tim pelatih secara sadar tidak membebankan target pencapaian gelar.
Partisipasi di kejuaraan yang menawarkan total hadiah 1,45 juta dolar AS ini murni difokuskan sebagai wadah bagi sang pemain untuk menyerap pengalaman berharga.
All England yang telah bergulir rutin sejak tahun 1899 dikenal memiliki atmosfer pertandingan yang sangat ketat dan sering kali terasa mengintimidasi, terutama bagi para pemain debutan. Indra menilai tekanan mental di arena turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut justru akan mempercepat kematangan karier Alwi.
Baca juga : Soal Impor 105 Ribu Mobil Dari India, Kemenhan Sampaikan Penjelasan
Sang pelatih telah menekankan kepada Alwi bahwa keangkeran atmosfer di Utilita Arena, Birmingham, harus diresapi sebagai bagian dari proses pendewasaan seorang atlet profesional. Penga laman bertanding tanpa beban melawan jajaran pemain papan atas dunia ini diharapkan mampu membentuk karak terunggul sang pemain pada masa mendatang. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.