Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Heboh, Polemik 105 Ribu Pick Up Impor Dari India
Rycko Menoza: Ini Momentum Mendorong Daya Saing Industri Otomotif
Jumat, 27 Februari 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Impor sebanyak 105 ribu unit mobil pick up asal India menjadi perbincangan di kalangan anggota dewan dan pakar ekonomi. Meski rencananya ditunda, ternyata sudah ada unit yang tiba di Indonesia.
Penundaan itu disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Pihaknya akan mengikuti arahan dari pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.
"Apapun keputusan DPR itu adalah suara rakyat, dan wakil rakyat, saya sebagai direktur BUMN saya akan taat, loyal dan manut apapun keputusan negara, apabila itu memang kepentingan rakyat," kata Joao.
"Tanpa sedikit pun saya ragu-ragu kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier, itu sudah tanggung jawab saya, dan saya ambil tanggung jawab itu," tambah dia.
Baca juga : Komisi XI: Hadirkan Optimisme
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengimpor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India. Kontrak tersebut mencakup pengadaan total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pickup dipasok oleh Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pickup dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
Namun diketahui pick up asal India ini telah masuk Indonesia secara bertahap. Untuk sementara, unit kendaraan akan disimpan di Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi. Sampai akhir bulan nanti akan tiba sebanyak 1.000 unit.
Lantas bagaimana dengan unit-unit yang sudah tiba di Indonesia? Joao mengaku tidak akan menggunakan mobil tersebut jika kebijakannya memang melarang penggunaan unit tersebut.
"Unit yang sudah sampai, tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR, di mana mereka pilihan rakyat, jadi kalau memang disuruh tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai. Apapun risikonya, itu konsekuensi yang harus diambil," ujar Joao.
Baca juga : Siapkan 4 Jurus, Menhub Targetkan Zero Accident
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berpesan kepada pemerintah agar menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurut dia, rencana itu perlu ditunda karena Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri. Presiden pun akan membahas hal rinci terkait rencana tersebut.
Selain itu, dia menilai Presiden juga akan meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. "Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian," kata Dasco.
Anggota Komisi VII DPR RI Rycko Menoza menilai rencana impor 105 ribu unit mobil pick up senilai Rp24 triliun dari India perlu disikapi secara hati-hati dan strategis. Menurutnya, kebijakan tersebut harus tetap berpijak pada upaya memperkuat daya saing industri otomotif nasional serta mendukung Program Strategis Nasional (PSN).
Baca juga : Negara Hadir Untuk Pulihkan Aceh Utara
"Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu memperkuat industri dalam negeri agar berkelanjutan," katanya, di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Sementara pakar ekonomi dan koperasi, Bahtiar Maddatuang menilai, terlepas dari pro dan kontra terhadap langkah impor mobil pick up ini, bagi Bahtiar secara substansi, pengadaan mobil untuk operasionalisasi KDKMP sangat strategis.
"Kendaraan ini dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan, terutama dalam distribusi pangan desa. Mobil pick up berperan mengangkut hasil pertanian ke pasar serta menghubungkan petani langsung dengan konsumen, sehingga tercipta fair price atau harga yang wajar bagi petani dan masyarakat," bilangnya.
Untuk mengetahui lebih dalam soal polemik pembelian 105 ribu unit mobil pick up ini, simak wawancara, Rycko Menoza, di bawah ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya